Gandeng Pemuda Genteng, Insan Pers Gelar Aksi Sosial Santuni Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Aliansi insan pers bersama pemuda setempat kembali menunjukkan komitmen sosial mereka melalui aksi nyata di masyarakat. Bertempat di Dealer Banyuwangi Motor, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, puluhan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan pada Sabtu (11/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menyasar 10 anak yatim dan 15 kaum dhuafa. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nanang Qosim, yang membawa suasana menjadi lebih religius dan penuh kebersamaan.

 

Konsistensi Selama Delapan Tahun

Ketua Panitia Pelaksana, Maskur, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran agenda sosial ini. Ia menjelaskan bahwa aksi santunan tersebut merupakan agenda rutin yang konsisten digelar setiap bulan Suro dan Ramadan selama delapan tahun terakhir. Keberlanjutan program ini, menurutnya, tidak lepas dari kontribusi besar para donatur.

 

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar tanpa halangan. Saya ini bukan siapa-siapa tanpa adanya donatur. Terima kasih kepada Bapak Aris dari Banyuwangi Motor yang selalu memberikan support, Bapak Yoni dari PT Rahayu, Haji Dopan Geprek, serta Haji Muji yang sejak awal terus mendukung,” kata Maskur saat memberikan sambutan.

 

Maskur juga menyampaikan apresiasi dan doa bagi para donatur lainnya yang telah berpartisipasi, berharap agar para dermawan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran rezeki.

 

Tausiyah dan Pengingat Hidup

Acara ini juga diisi dengan siraman rohani oleh KH. Anom Nurul Yaqin dari Kepungan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sesuai dengan porsi dan kemampuan masing-masing, sekaligus mengingatkan hakikat kematian bagi setiap manusia.

 

“Orang kaya jangan berlagak miskin dalam hal menyantuni anak yatim. Harus pas porsinya. Orang kaya mati, orang miskin mati, Pak Aris mati, Pak Singgih mati, LSM mati, orang media juga mati. Semua orang bakal mati,” ujar KH. Anom menggunakan bahasa daerah yang lugas.

 

Ia memungkasi ceramahnya dengan mengingatkan bahwa anak yatim adalah amanah mulia yang harus dijaga bersama oleh masyarakat.

 

Kolaborasi Lintas Sektor

 

Keberhasilan acara ini diakui merupakan hasil sinergi yang solid dari berbagai elemen. Perwakilan dari Banyuwangi Motor, Wahit, menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif yang digagas oleh insan pers dan pemuda Genteng Wetan ini.

 

“Kami dari Banyuwangi Motor mendukung penuh acara ini. Penyediaan tempat ini merupakan wujud kontribusi kami. Tanpa adanya kolaborasi dari semua pihak, kegiatan bakti sosial sebesar ini tentu tidak dapat terlaksana dengan baik,” tutur Wahit.

 

Respons positif juga datang dari keluarga penerima manfaat. Romlah, nenek dari salah satu anak yatim yang hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian para panitia dan donatur.

 

“Terima kasih kepada Bapak Maskur dari Media Jejak Informasi, Bapak Aris selaku Kepala Dusun Tojokidul, dan semua pihak yang telah membantu cucu-cucu kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Romlah dengan haru. Sumber berita: (Red Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *