Sambangi TPI Muncar, Wapres Gibran Serap Keluhan Nelayan Terkait Akses Jalan dan Daya Tampung Dermaga

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima langsung aspirasi dan keluhan dari masyarakat pesisir saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, pada Jumat (10/7/2026).

Dalam agenda tersebut, para nelayan mengeluhkan buruknya fasilitas jalan raya dan keterbatasan kapasitas dermaga setempat. Kunjungan kerja ke kawasan yang dikenal sebagai Bumi Blambangan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kehadiran jajaran pemerintahan ini dimanfaatkan oleh ribuan nelayan untuk berdialog langsung mengenai kendala operasional yang mereka hadapi sehari-hari.

Para nelayan menaruh harapan besar agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pembenahan infrastruktur pendukung di TPI Muncar, mengingat aktivitas sektor perikanan di wilayah tersebut terus mengalami lonjakan volume, namun tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

Umar, seorang perwakilan nelayan Muncar, menyampaikan harapannya di hadapan Wapres agar kunjungan kerja ini membawa dampak nyata dan menjadi solusi konkret bagi persoalan menahun yang mereka hadapi, bukan sekadar agenda formalitas.

“Muncar ini menyandang status sebagai salah satu pusat industri perikanan terbesar di tanah air dengan ekosistem minapolitan yang lengkap, mulai dari pabrik pengalengan, pembekuan, hingga pengolahan. Sayangnya, potensi besar ini tidak ditopang oleh infrastruktur yang layak,” ujar Umar dalam dialog tersebut.

Menurut pemaparan Umar, kerusakan jalan di jalur utama menuju kawasan industri perikanan diperkirakan mencapai 80 persen. Padahal, akses jalan tersebut menjadi urat nadi mobilitas harian bagi kendaraan pengangkut komoditas laut, termasuk operasional Becak Motor (Bentor) yang mendistribusikan ikan dari dermaga ke pabrik pengolahan.

Selain persoalan akses darat, kapasitas tampung dermaga TPI Muncar dilaporkan telah mengalami overcapacity. Keterbatasan ruang sandar kapal memicu hambatan serius pada proses bongkar muat hasil tangkapan laut.

“Apabila terdapat 10 kapal yang merapat secara bersamaan, area dermaga sudah penuh sesak. Sementara total armada yang aktif di sini mencapai ratusan unit. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan adanya langkah revitalisasi ataupun reklamasi demi kelancaran roda ekonomi di TPI,” tambah Umar.

Merespons keluhan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perbaikan akses jalan yang rusak menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan, mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di kawasan industri Muncar setiap harinya.

Gibran juga mengingatkan agar penyelesaian hambatan infrastruktur ini tidak memicu tumpang tindih kewenangan atau aksi saling lempar tanggung jawab antarinstansi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami memahami adanya efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan di tingkat pemprov maupun pemkab. Namun, karena persoalan ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas, khususnya sektor nelayan, kami akan segera mengoordinasikan dan melaporkan hal ini kepada Presiden,” jelas Wapres.

Dalam kesempatan yang sama, putra sulung Joko Widodo ini juga menyoroti masalah sedimentasi yang memicu pendangkalan di area pelabuhan. Setelah mengonfirmasi kepada nelayan bahwa kawasan alur pelayaran tersebut belum pernah mendapatkan penanganan pengerukan, Gibran mencatat kebutuhan mendesak di lapangan.

“Artinya, kawasan ini memerlukan infrastruktur pemecah ombak serta normalisasi berupa pengerukan. Ini akan menjadi poin catatan penting bagi kami,” kata Gibran.

Mengakhiri sesi dialog, Wakil Presiden menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh poin aspirasi warga pesisir ini ke meja koordinasi lintas sektor, baik bersama pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian terkait agar dapat segera diimplementasikan.

“Seluruh masukan dan keluhan yang telah disampaikan hari ini dipastikan masuk dalam catatan kerja kami untuk ditindaklanjuti. Fokus utamanya adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan, program reklamasi, pembangunan pemecah ombak, hingga pembenahan fasilitas pelabuhan,” pungkasnya. Sumber berita: (Red Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *