KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
MAPAT TUNGGUL — Dalam upaya meningkatkan semangat berolahraga sekaligus memperkuat hubungan tali silaturahmi antarwarga, Tim Nagari Muaratais menggelar pertandingan sepak bola persahabatan melawan Tim Nagari Pintu Padang. Laga tersebut berlangsung di Lapangan Hijau Jorong Muaratais, Nagari Muaratais, Kecamatan Mapat Tunggul, pada Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi nyata dari semboyan “Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.” Melalui momentum ini, kedua nagari berharap dapat memotivasi generasi muda dan masyarakat luas untuk lebih aktif menjaga kebugaran fisik.
Menjaga Hubungan Baik Antar-Nagari
Pertandingan yang mempertemukan pemuda dari dua nagari tetangga ini berlangsung dengan penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dan sportivitas. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim saling bergantian melakukan serangan yang menghibur ratusan penonton yang memadati pinggir lapangan.
Perwakilan dari pihak penyelenggara Nagari Muaratais menyampaikan bahwa esensi utama dari pertandingan ini bukanlah mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan mempererat rasa persaudaraan.
“Ini adalah momentum penting untuk menjaga hubungan baik dan komunikasi yang harmonis antara warga Nagari Muaratais dan Nagari Pintu Padang. Olahraga menjadi media yang sangat efektif untuk menyatukan kita,” ujarnya di sela-sela pertandingan, Minggu (5/7).
Dampak Positif untuk Masyarakat
Selain menjadi sarana hiburan yang sehat bagi warga setempat, agenda rutin seperti ini dinilai berdampak positif dalam menjauhkan generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif.
Masyarakat yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kedua tim nagari. Mereka berharap laga persahabatan serupa dapat terus digalakkan secara berkala, tidak hanya di cabang olahraga sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lainnya, guna memupuk bakat-bakat lokal di Kecamatan Mapat Tunggul.
Hingga pertandingan berakhir, suasana keakraban tetap terjaga. Kedua tim saling berjabat tangan dan berfoto bersama, menegaskan bahwa rivalitas hanya ada di atas lapangan selama 90 menit, sementara persaudaraan tetap menjadi yang utama. Sumber berita: (Red Kurnia)




