KPKSIGAP.COM Banda Aceh06072026 – Di tengah berbagai tantangan dan isu finansial yang belakangan ini menerpa Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), apresiasi positif justru datang langsung dari keluarga pasien. Pelayanan prima dan ketulusan yang ditunjukkan oleh tenaga medis menjadi bukti nyata bahwa rumah sakit rujukan utama di Aceh ini terus berbenah ke arah yang lebih baik.
Apresiasi mendalam ini salah satunya disampaikan oleh Kepala Biro (Kabiro) salah satu media online nasional di Indonesia, yang ibunya sempat menjalani perawatan intensif di Ruang ZamZam 2 RSUDZA. Mewakili pihak keluarga, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh tim dokter dan seluruh perawat di ruangan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi tim dokter RSUDZA dan seluruh perawat di Ruangan ZamZam 2. Selama ibu kami dirawat, mereka benar-benar menunjukkan empati yang mendalam dan ketulusan dalam merawat.Sebagai bagian dari publik dan media, kami merasakan sendiri bagaimana pelayanan RSUDZA kini sudah semakin bagus,” ujarnya.
Pengalaman mendampingi orang tua yang sakit tentu bukan hal yang mudah bagi keluarga. Namun, sikap ramah, respons cepat, serta pendekatan humanis dari para perawat dan dokter di Ruang ZamZam 2 diakui mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri bagi pasien maupun keluarga yang menjaga.
Selain memuji kualitas pelayanan yang semakin humanis, sosok pimpinan biro media online ini juga turut memberikan empati dan doa terbaik bagi keberlangsungan manajemen RSUDZA ke depan. Di tengah berembusnya isu terkait kendala keuangan yang sedang dihadapi pihak rumah sakit, masyarakat berharap badai tersebut dapat segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.
“Semoga RSUDZA bisa cepat membaik dari isu keuangan yang ada saat ini. Sangat disayangkan jika pelayanan yang sudah semakin bagus dan berpihak pada pasien ini harus terganggu. Kami berharap RSUDZA terus mempertahankan kinerja hebat ini,” tambahnya.
Peningkatan mutu pelayanan yang dirasakan langsung oleh keluarga jurnalis ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh manajemen dan civitas hospitalia RSUDZA untuk terus konsisten, sekaligus menjadi momentum bagi para pemangku kebijakan untuk segera menyelesaikan kendala administratif yang ada demi keberlanjutan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Aceh.




