PURWOREJO – KPKsigap.com
Di tengah ramainya aktivitas penumpang pada akhir pekan, toilet di area kedatangan Bus Trans Jateng Terminal Tipe B Kutoarjo didapati dalam kondisi tertutup pada Sabtu (20/6/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan dari penumpang Bus Trans Jateng maupun pedagang kios yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan terminal.
Sejumlah penumpang mengaku kecewa saat hendak menggunakan toilet, namun mendapati pintu fasilitas tersebut terkunci. Padahal, aktivitas terminal dan layanan angkutan umum tetap berjalan normal.
“Banyak penumpang yang turun dari bus atau menunggu keberangkatan. Saat ingin ke toilet ternyata tutup. Ini sangat merepotkan,” ujar salah seorang pengguna Bus Trans Jateng.
Keluhan serupa datang dari para pedagang kios. Mereka menyebut penutupan toilet bukan hanya terjadi pada hari itu, melainkan sudah berulang kali terjadi. Bahkan, menurut sejumlah pedagang, toilet di area kedatangan Bus Trans Jateng kerap ditutup sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, sementara aktivitas terminal masih berlangsung hingga malam hari.
“Sering tutup sekitar jam dua atau jam tiga sore. Kami yang berjualan di sini bingung kalau mau ke toilet. Pembeli juga sering tanya, tapi memang tidak bisa dipakai karena sudah ditutup,” ungkap seorang pedagang.
Selain soal jam operasional, beberapa pengguna jasa terminal juga mengeluhkan kondisi toilet yang menurut mereka terkadang mengalami kendala ketersediaan air.
“Kadang pintunya memang buka, tapi airnya tidak ada. Mau dipakai untuk buang air atau sekadar cuci tangan jadi susah. Kondisi seperti ini sudah beberapa kali terjadi,” kata seorang pedagang.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Dinas Perhubungan yang mengelola Terminal Tipe B Kutoarjo menjelaskan bahwa pengelolaan toilet telah diserahkan kepada pihak ketiga. Menurut keterangan yang diterima redaksi, penutupan pada Sabtu (20/6/2026) dilakukan karena pengelola meminta izin tidak beroperasi selama sehari.
“Pengelola sudah pihak ketiga, Pak. Memang hari ini pengelola izin tutup sehari. Untuk petugas terminal cuma bisa menghimbau, memberi saran, dan masukan kepada pengelolanya. Terima kasih atas kritik dan sarannya,” demikian keterangan yang disampaikan pihak Dinas Perhubungan kepada redaksi.
Sementara itu, pihak pengelola toilet menjelaskan bahwa penutupan dilakukan karena sedang berduka menyusul meninggalnya orang tua yang bersangkutan. Namun, saat dimintai keterangan oleh awak media, komunikasi berlangsung singkat dan pihak pengelola terlihat kurang berkenan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di sisi lain, terdapat perbedaan keterangan antara pihak pengelola dengan sejumlah narasumber di lingkungan terminal. Pengelola menyebut penutupan pada hari tersebut disebabkan alasan kedukaan keluarga dan bersifat sementara. Namun, beberapa pedagang dan pengguna jasa terminal mengaku penutupan toilet serta persoalan ketersediaan air disebut bukan kali pertama terjadi.
Perbedaan keterangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Mengingat toilet merupakan fasilitas dasar yang dibutuhkan penumpang, pedagang, lansia, anak-anak, maupun masyarakat yang melakukan perjalanan.
Apalagi, di area toilet terpampang tulisan tarif penggunaan sebesar Rp2.000 dan mandi Rp5.000. Sejumlah pengguna berharap pengelolaan fasilitas tersebut dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, terutama pada hari libur saat mobilitas penumpang meningkat.
Reporter Edvin Riswanto
Editor Mursyidi




