KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
FAKFAK – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri terus bergerak aktif melindungi masyarakat dari bahaya ekstremisme. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan strategis dengan Dinas Sosial Kabupaten Fakfak pada Jumat (12/6/2026), guna membatasi ruang penyebaran paham radikal, baik di lingkungan sosial maupun media sosial.
Kolaborasi yang berlangsung di Kantor Dinsos Fakfak ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Perpres Nomor 8 Tahun 2026 terkait Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).
Dalam pertemuan tersebut, tim Satgaswil Papua Barat menyoroti tren ancaman baru berupa radikalisasi digital. Salah satu yang diwaspadai adalah aktivitas komunitas daring seperti True Crime Community (TCC), yang berpotensi memengaruhi mental dan perilaku generasi muda lewat dunia siber.
“Pencegahan ekstremisme memerlukan kerja sama semua pihak. Peran pemerintah daerah sangat vital dalam memperkuat ketahanan sosial warga,” tegas perwakilan Satgaswil Papua Barat.
Agenda ini dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, di antaranya Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Fakfak Ruhaya La Abu Kena, Kabid Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan DP3AP2KB Santi Kristin N. Patiran, serta Pekerja Sosial Anak Kemensos Dwi Dayanto.
Enam Rencana Aksi Bersama
Untuk memastikan pencegahan berjalan efektif, kedua belah pihak menyepakati enam poin rencana aksi berikut:
Berbagi Data Berkala: Melakukan pemantauan rutin bersama Dinsos terkait isu radikalisasi.
Edukasi Milenial: Menggandeng generasi muda untuk memahami bahaya radikalisme digital.
Deteksi Dini Siber: Mengetatkan pengawasan terhadap penyebaran paham ekstrem di internet dan masyarakat.
Kemitraan Tokoh Lokal: Merangkul tokoh masyarakat serta organisasi sosial demi menyukseskan RAN PE.
Sosialisasi Visual: Memasang papan imbauan edukatif di berbagai titik strategis Kabupaten Fakfak.
Evaluasi Rutin: Menggelar pemantauan berkala guna mengukur keberhasilan program di lapangan.
Melalui upaya preventif yang solid ini, masyarakat Fakfak diharapkan kian cerdas dan tangguh dalam menyaring informasi di dunia maya, sekaligus menjaga kedamaian dan situasi kondusif di tanah Papua. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)



