KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI – Pemandangan berbeda terlihat di depan Kantor Bupati Banyuwangi hari ini. Di tengah riuh aksi unjuk rasa yang menuntut penurunan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, sejumlah pengacara yang tergabung dalam Aliansi Advokat Banyuwangi Bersatu (AABB) tampak hadir langsung di lokasi.
Kehadiran para advokat ini bukan untuk ikut berdemo, melainkan secara gentlemen mendengarkan langsung poin-poin orasi yang disampaikan oleh massa aksi. Menariknya, meski tuntutan yang disuarakan tergolong berat, jumlah peserta aksi terpantau sangat minim, yakni hanya diikuti oleh tiga orang orator.
Mendengar Secara Langsung
Perwakilan AABB menyatakan bahwa kehadiran mereka di lapangan adalah bentuk kepedulian terhadap dinamika demokrasi di Bumi Blambangan. Mereka memilih hadir secara fisik untuk memastikan fakta di lapangan dan mendengarkan isi tuntutan secara objektif tanpa melalui perantara informasi yang bias.
“Kami hadir secara terbuka dan ksatria di sini. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi dasar kegelisahan rekan-rekan pendemo, meskipun secara fakta di lapangan, aksi ini hanya diikuti oleh tiga orang,” ujar salah satu anggota AABB di lokasi.
Pernyataan Sikap Resmi AABB
Pasca menyimak jalannya orasi yang dinilai tidak signifikan secara basis massa, AABB kemudian merilis pernyataan sikap resmi sebagai respons atas gerakan tersebut. Ada beberapa poin krusial yang ditegaskan oleh aliansi hukum ini:
Menghargai Kebebasan Berpendapat: AABB menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, terlepas dari berapa pun jumlah pesertanya.
Analisis Signifikansi Gerakan: AABB menilai bahwa tuntutan untuk menurunkan kepala daerah harus memiliki landasan yuridis yang kuat dan dukungan legitimasi rakyat yang nyata. Minimnya peserta aksi menjadi catatan tersendiri mengenai sejauh mana isu ini diamini oleh masyarakat luas.
Menjaga Kondusivitas Daerah: AABB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas dasar hukumnya, terutama yang bersifat menggoyang stabilitas pemerintahan tanpa mekanisme yang konstitusional.
Kawal Jalur Konstitusi: Jika terdapat ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah, AABB menyarankan agar hal tersebut disalurkan melalui jalur-jalur resmi yang telah disediakan oleh negara, baik melalui DPRD maupun jalur hukum yang berlaku.
Penutup
Aksi yang berlangsung singkat tersebut berakhir dengan tertib. AABB menyatakan akan terus mengawal proses demokrasi di Banyuwangi agar tetap berjalan di atas rel hukum dan etika, demi menjaga marwah daerah dari gerakan-gerakan yang dinilai tidak representatif terhadap aspirasi mayoritas warga. Sumber berita: (Red Tim Media Kpk Sigap)


