KPK sigap, com. Kupang , 26/4/ 2026.
Di Toko Ceria, Pasar Oebobo, beberapa pedagang sibuk menatap layar ponsel. Bukan cek medsos, tapi daftar aplikasi SIMIRA. Di samping mereka, polisi berpangkat melati dua ikut menuntun: klik di sini, isi data ini, foto KTP di sini.
Ini kerja Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda NTT. Tujuannya satu: pastikan “Minyak Kita” sampai ke warga dengan harga wajar, Rp15.700 per liter, tidak diselewengkan.
“Kalau pedagang tidak terdaftar, minyak subsidi bisa lari ke tempat lain. Harga di pasar kacau,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT, Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan, S.I.K., M.H.
*SIMIRA: Kunci Distribusi Terkawal*
SIMIRA, Sistem Informasi Minyak Goreng Curah, jadi senjata baru. Semua pedagang pengecer Minyak Kita wajib masuk sistem. Stok, harga, dan penyaluran terpantau real time. Tak ada lagi cerita “barang ada tapi harga naik diam-diam”.
Kamis itu, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda NTT, AKBP Hario Prasetyo Seno, turun langsung. Bersama Disperindag Provinsi NTT, mereka bantu pedagang registrasi satu per satu. Data KTP, izin usaha, lokasi kios dicocokkan.
“Ini bukan sekadar awasi. Ini edukasi. Pedagang harus paham, distribusi subsidi ada aturannya,” tegas Kombes Hans. Ia ingin rantai pasok transparan: dari distributor, agen, pengecer, sampai ke ibu rumah tangga di dapur.
*Pedagang Senang, Warga Diuntungkan*
Para pedagang di Pasar Oebobo menyambut baik. “Daripada ribet urus sendiri, mending dibantu polisi. Jelas, cepat,” kata seorang pemilik kios. Dengan terdaftar di SIMIRA, mereka resmi dapat jatah Minyak Kita. Stok aman, pembeli tidak lari.
Bagi Satgas Pangan, ini baru awal. Setelah Kupang, pendampingan akan jalan ke kabupaten lain. Targetnya: semua pengecer Minyak Kita se-NTT masuk SIMIRA.
“Kalau data rapi, penyelewengan gampang dilacak. Oknum nakal pikir dua kali,” ujar AKBP Hario.
*Harga Pangan = Tanggung Jawab Bersama*
Kombes Hans menegaskan, stabilitas harga pangan bukan tugas polisi saja. Butuh Disperindag, pemda, pedagang, dan warga. Polisi hadir memastikan aturan jalan.
“Kami akan monitoring terus. Evaluasi tiap minggu. Kalau ada yang main harga, kami tindak,” katanya.
Di Pasar Oebobo Kamis itu, langkah kecil dilakukan: bantu pedagang klik aplikasi. Tapi dampaknya besar: harga Minyak Kita terkawal, dapur warga tetap ngebul.
Sinergi Ditreskrimsus Polda NTT dan Disperindag NTT jadi contoh. Bahwa menjaga perut rakyat butuh turun ke lapangan, bukan cuma rapat di kantor. Dan SIMIRA, jadi jembatan antara kebijakan dan kios di pasar.
Reporter Yohanes Tafaib
Editor Mursyidi




