KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JAKARTA – Penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026 mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 82,7% pemudik merasa puas dengan operasi kemanusiaan tersebut karena dinilai efektif dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran tahun ini.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa evaluasi dari responden yang langsung melakukan perjalanan mudik cenderung lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.
“Di kalangan semua responden, 81% mengatakan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Namun, khusus bagi mereka yang mudik, evaluasinya mencapai 82,7%. Ini menunjukkan bahwa mereka yang merasakan langsung di lapangan memberikan apresiasi lebih tinggi,” ujar Burhanuddin dalam rilis temuan survei, Rabu (08/04/2026).
Kelancaran Lalu Lintas Jadi Poin Utama
Berdasarkan data yang dipaparkan, mayoritas responden sepakat bahwa Operasi Ketupat 2026 sukses menciptakan kelancaran arus mudik dan balik. Secara rinci, di kategori pemudik, terdapat 11,5% responden yang menyatakan “Sangat Setuju” dan 71,2% menyatakan “Setuju” bahwa kondisi lalu lintas tahun ini lebih baik.
Tabel Kepuasan: Operasi Ketupat 2026 Lebih Baik dalam Kelancaran Lalin
Kategori Jawaban Semua Responden Khusus Pemudik
Sangat Setuju 9,1% 11,5%
Setuju 72,3% 71,2%
Kurang Setuju 8,1% 12,4%
Tidak Setuju Sama Sekali 1,0% 0,49%
Tidak Tahu/Jawab 9,5% 4,4%
Sukses Tekan Angka Kecelakaan
Selain faktor kelancaran jalan, survei ini juga memotret persepsi publik terhadap keamanan berkendara. Sebanyak 79,8% responden menilai Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada kelompok pemudik, sebanyak 12,5% menyatakan “Sangat Setuju” dan 66,7% menyatakan “Setuju” bahwa intervensi petugas di lapangan berperan besar dalam menurunkan risiko kecelakaan selama arus mudik.
Metodologi dan Konsistensi Data
Survei ini dilakukan pada 29 Maret – 4 April 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Menggunakan metode multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Burhanuddin menyimpulkan bahwa temuan ini menunjukkan pola yang konsisten. “Penyelenggaraan mudik yang dilakukan pemerintah maupun instansi terkait, khususnya melalui Operasi Ketupat, relatif sangat diapresiasi oleh masyarakat karena dampaknya terasa langsung pada kelancaran dan keselamatan mereka,” pungkasnya. Sumber berita: (Red Dwipan – Tim Media Kpk Sigap)




