KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
SURABAYA — Gejolak mewarnai gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi. Sejumlah pengurus tingkat kecamatan (PAC) memutuskan untuk melakukan aksi walk out setelah nama yang tidak muncul dalam penjaringan awal justru ditetapkan sebagai pucuk pimpinan partai.
Kekecewaan ini memuncak saat surat rekomendasi DPP dibacakan. Nama Ana Aniati secara mengejutkan ditunjuk sebagai Ketua DPC, didampingi Ficky Septalinda (Sekretaris) dan Desi Prakasiwi (Bendahara). Padahal, menurut penuturan kader senior Selamet Santoso alias Mbah Geger, nama Ana tidak pernah masuk dalam usulan PAC pada September lalu.
“Kalau akhirnya yang dipilih di luar hasil penjaringan, kami merasa aspirasi dari bawah (PAC dan ranting) menjadi tidak berarti,” tegas Mbah Geger. Aksi ini disebut sebagai bentuk protes terhadap proses pengambilan keputusan yang dinilai mengabaikan rekam jejak kader yang telah berjuang memenangkan partai di lapangan.
Mbah Geger, sosok yang dikenal vokal di Banyuwangi, menggarisbawahi bahwa aksi mereka bukan bentuk pembangkangan terhadap instruksi pusat, melainkan ungkapan kekecewaan. Menurutnya, partai seharusnya menjadi tempat di mana keringat dan rekam jejak kader dihargai secara objektif.
“Kami ingin partai ini tetap solid, tapi kebijaksanaan dalam menunjuk figur sangatlah penting,” ungkapnya. Ketidakhadiran nama ketua terpilih dalam daftar usulan awal PAC menjadi ganjalan utama yang membuat para kader merasa perlu menyuarakan sikap meski harus keluar dari forum resmi.
Persoalan bermula ketika jabatan Ketua diberikan kepada Ana Aniati. Berdasarkan data internal, pada tahap penjaringan September 2025, PAC secara kolektif hanya mengusulkan nama Ficky Septalinda dan Desi Prakasiwi. Munculnya nama baru di luar daftar usulan tersebut dianggap mengabaikan tahapan yang telah dilalui selama berbulan-bulan.
Hingga saat ini, pihak DPP belum memberikan klarifikasi teknis mengenai alasan di balik penunjukan tersebut. Di sisi lain, para kader yang melakukan walk out berharap ada ruang dialog agar struktur kepengurusan baru memiliki legitimasi yang kuat di mata pengurus akar rumput. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)


