Kpksigap.com, 12 Desember 2024 – Sejumlah warga Kelurahan Rukuwa mengeluhkan kurangnya transparansi dalam pendistribusian bantuan beras yang disalurkan pemerintah. Bantuan yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan masyarakat dinilai tidak merata dan tidak jelas mekanisme pendataannya.
Menurut salah seorang warga jimi, daftar penerima bantuan tidak diumumkan secara terbuka, sehingga menimbulkan dugaan bahwa pembagian tersebut tidak dilakukan secara adil. “Kami tidak tahu siapa saja yang menerima bantuan dan atas dasar apa yang mereka pilih padahal waktu pembagian pertama dan kedua beberapa nama menerima ketika pembagian ketiga kalinya pada tanggal 10 Desember 2024 beberapa nama yang mendapat bantuan sudah tidak ada lagi namanya. Padahal Ada warga yang sangat membutuhkan tapi tidak kebagian”.
Ia menduga bahwa tidak ada sosialisasi sebelumnya terkait kriteria penerima bantuan. “Kalau ada kriteria yang jelas, kami sebagai warga tentu bisa memahaminya. Tapi ini kesannya tertutup, kami hanya mendengar kabar bahwa beras sudah siap di bagikan,” katanya.
Kasus inipun menarik perhatian berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah kelurahan dapat memberikan penjelasan lebih rinci dan memperbaiki mekanisme distribusi bantuan agar tidak terjadi ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.
Di sisi lain, l jimi menyarankan agar pihak kelurahan mengadakan pertemuan terbuka untuk menjelaskan proses penyaluran bantuan. “Kalau semuanya jelas, tidak ada yang saling curiga,”
Hingga berita ini diturunkan, pihak masyarakat menginginkan adanya pertemuan dengan kelurahan untuk membahas masalah tersebut dan mencari solusi terbaik.Masyarakat berharap agar masalah ini segera terselesaikan dengan baik untuk mencegah konflik sosial dan memastikan bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.
Saat di hubungi melalui via chat WhatsApp, oleh tim kpksigap.com pihak kelurahan tidak adanya respon dan sama sekali tidak ada jawaban yang di berikan.
(KPKsigap – RED – Aan)




