Maumere, Sikka- kpksigap.com.
Senang dan bahagia. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan suasana hati dan rasa bahagia Sabinus Sarno ( 45) Wakil Ketua Forum Belarasa Difabel Nian Sikka ( Forsadika) ini.
Pasalnya, walau punya keterbatasan sebagai seorang tuna daksa, dirinya bisa diterima sebagai tenaga kependidikan di SMP Negeri Pigang, Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka.
Berawal adanya informasi bahwa SMP Negeri Pigang mendapat bantuan drumband, secara spontan Iko biasa disapa memberanikan diri untuk melamar sekaligus menyertakan bukti berupa foto- foto sebagai pelatih drumband di sekolah-sekolah untuk pertimbangan pimpinan sekolah agar bisa diterima.
“Puji Tuhan saya diterima untuk bekerja sebagai tenaga kependidikan dan pelatih drumband. Saya senang dan terharu. Terimakasih kepada kepala sekolah dan staf guru yang telah menerima saya dengan keterbatasan, ” ungkap Iko haru.
Mantan tenaga kependidikan di SDK Maumere 3 selama 11 tahun ini mengakui sebelum diterima di SMPN Pigang dirinya sebagai pelatih drumband di SMAK Caritas. Penampilan perdana ikut karnaval di tahun 2019. Tak hanya itu saya dipercayakan sebagai pelatih upacara apel bendera.
Meskipun dengan keterbatasan sebagai seorang tuna daksa Iko tetap semangat dan bersukacita menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya sebagai pelatih drumband dengan tugas tambahan Pelaksana urusan administrasi dan pengarsipan, pelaksana administrasi urusan Humas dan staf Perpustakaan.
Ketua Forum Belarasa Difabel Nian Sikka ( Forsadika) Yosef Loku memberi komentar terkait salah satu anggota Forsadika diterima sebagai tenaga kependidikan 6 April 2024 lalu.
Yosef mengakui penerimaan tenaga kerja khususnya difabel di dunia pendidikan masih sangat rendah. Secara jujur sebagai Ketua Forsadika tidak saling menyalahkan tetapi saling mendorong untuk kerja baik ini.
“Advokasi untuk Sikka inklusif butuh kerja kolaboratif dari setiap komponen. Saya berharap media menjadi corong perjuangan Sikka inklusif, “pintanya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala SMPN Pigang dan Dewan Guru yang sudah memberikan ruang dan kesempatan kepada Iko untuk menjadi tenaga kependidikan di lembaga pendidikan itu.
” Mari kita bersama menciptakan masyarakat inklusi demi kesetaraan sehingga menghapus stigma negatif di masyarakat soal penyandang disabilitas, ” pungkasnya.
KPK SIGAP Sikka- Yuven




