Ketapang— Kpksigap.com
Ketapang, 17 November 2024 — Proyek pembangunan gedung ruang guru di SD Negeri 10, Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, menuai sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian yang mengindikasikan adanya penyimpangan dari spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Salah satu temuan yang mencolok adalah penggunaan kayu bekas dalam struktur bangunan ruang guru. Penggunaan material bekas ini memicu kekhawatiran, mengingat gedung baru seharusnya dibangun dengan material berkualitas untuk menjamin ketahanan dan keamanan. Selain itu, ukuran kayu yang digunakan tidak sesuai dengan standar spesifikasi, di mana seharusnya menggunakan kayu berukuran 8×8 cm, tetapi yang terpasang hanya 7×7 cm.
Tak hanya itu, pemasangan atap gedung juga ditemukan tidak rapi dan terkesan asal-asalan. Atap yang dipasang secara amburadul ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keamanan, terutama di musim hujan atau cuaca ekstrem.
Keanehan lainnya yang mengundang pertanyaan adalah hilangnya papan proyek yang seharusnya memberikan informasi terkait detail proyek, anggaran, dan kontraktor yang bertanggung jawab. Ketiadaan papan proyek ini dinilai sebagai bentuk kurangnya transparansi kepada masyarakat.
Selain itu, dalam penghitungan material, ditemukan juga bahwa jumlah paku yang seharusnya digunakan berkurang sebanyak 198 paku. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang adanya upaya penghematan yang justru dapat berdampak buruk pada kualitas bangunan.
Masyarakat Desa Tempurukan berharap agar pihak berwenang segera turun tangan dan melakukan audit terhadap proyek ini. “Kami ingin pembangunan yang berkualitas untuk anak-anak kami, bukan yang asal jadi dan membahayakan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dinas terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan memastikan kualitas pembangunan gedung ruang guru ini agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengawasan yang ketat dan transparansi informasi sangat diperlukan demi terciptanya bangunan yang aman dan layak bagi pendidikan di SD Negeri 10 Desa Tempurukan.
(KPKsigap – RED – Slamet yudistira)




