Sarasehan HUT ke-10 LSM Pedal, Mendorong Pembangunan Berlandaskan Pancasila dan Nilai Budaya Lokal

KOTA MADIUN, kpksigap.com,- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-10, LSM Pedal menggelar Sarasehan dan Diskusi Publik bertema “Pembangunan Kota Madiun Berlandaskan Pancasila”. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 18 Januari 2025, di Joglo Palereman, Kelurahan Kelun, Kota Madiun.

Acara ini diprakarsai oleh Hery Sem, pimpinan LSM Pedal, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan Ormas dan LSM di Kota Madiun. Meskipun undangan kepada Ketua DPRD dan Walikota Madiun Terpilih tidak dapat hadir, acara tetap berlangsung lancar dengan antusiasme peserta yang tinggi.

Sebagai narasumber, Rossyh Pamudji, SH, MH, seorang praktisi hukum dan pemerhati budaya, menyampaikan ulasan tentang sejarah budaya Kota Madiun. Ia menekankan pentingnya meluruskan persepsi yang keliru mengenai sejarah kota ini, yang memiliki akar budaya kuat dari Kerajaan Brang Timur dan peran penting Adipati Madiun, Ronggo Prawiro Dirjo.

“Dari aspek hukum, kami menyarankan agar teman-teman LSM senantiasa, mematuhi regulasi hukum dan melengkapi legalitas lembaga agar memperoleh status badan hukum yang sah. Hal ini, menurutnya, akan memungkinkan LSM menjalankan program secara lebih terstruktur dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Hery Sem, Ketua LSM Pedal, menegaskan peran LSM sebagai agen perubahan yang berlandaskan pada Pancasila. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal dalam pembangunan dan menghormati hasil Pilkada sebagai bagian dari proses demokrasi.

” Ngono yo ngono ning ojo ngono,ojo rumongso iso ning duweo rumongso (Bahasa Jawa). Kedepankan budaya lokal sebagai pondasi untuk membangun kota Madiun yang lebih baik kedepan. Pilkada telah usai dan saya menghormati hasil pesta demokrasi kota Madiun untuk Walikota dan Wakil Walikota Terpilih,” tandas Herry Sem.

Beberapa rekomendasi penting yang dihasilkan dari sarasehan ini antara lain, perlunya komunikasi yang lebih intens antara LSM dan pemerintah daerah, serta mempererat kerja sama antar Ormas dan LSM untuk memperkuat peran mereka dalam memajukan Kota Madiun. Peserta juga mendorong DPRD Kota Madiun untuk memperhatikan aspirasi masyarakat dalam kebijakan pemerintah daerah.

Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni dari Persatuan Artis Dangdut dan Musik Indonesia (PADMI), yang dipimpin oleh Ny. Nunung, menambah semarak suasana dan mempertegas pentingnya melestarikan budaya lokal dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Sarasehan dan Diskusi Publik HUT LSM Pedal ke-10 ini memberikan kontribusi positif dalam mengedukasi masyarakat tentang peran LSM, budaya, dan sejarah dalam membangun Kota Madiun yang lebih baik. Diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi landasan kebijakan pemerintah dan mendorong kemajuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

(KPKsigap – RED – Ronny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *