KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Ribuan warga memadati jalanan dalam aksi damai untuk menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Aksi yang berlangsung tertib ini diklaim sebagai bentuk partisipasi publik dalam mendorong peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak di Indonesia.
Massa menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Kegiatan yang berjalan kondusif ini memperlihatkan antusiasme warga dalam mengawal kebijakan bermotif kesejahteraan sosial.
Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Banyuwangi, Rifki Pria Hartawan Usman, S.H., memberikan apresiasinya. Menurut Rifki, kehadiran massa dalam jumlah besar itu menandakan tingginya kepedulian masyarakat bawah terhadap masa depan pendidikan dan kesehatan anak.
“Ribuan massa yang hadir menyikapi bahwa suara mahasiswa bukan berarti mewakili seluruh suara rakyat. Hari ini, rakyat juga turun ke jalan untuk menyampaikan dukungan kepada Bapak Presiden serta program-program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Rifki.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, mengingat dirinya tengah berada di Sulawesi Utara untuk menjalankan tugas profesinya sebagai advokat guna mendampingi hukum seorang nahkoda dan puluhan anak buah kapal (ABK).
Rifki menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dilihat sekadar sebagai pembagian makanan instan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Ia juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat terus mengawal kebijakan ini secara damai dan bertanggung jawab.
Menjaga Keberimbangan Kebijakan
Di sisi lain, penerapan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional memang terus menuai beragam catatan dari berbagai pengamat kebijakan publik dan akademisi. Beberapa pihak mengingatkan pemerintah agar aspek transparansi anggaran, ketepatan sasaran distribusi, serta pelibatan komoditas lokal benar-benar diperhatikan agar program ini tidak membebani fiskal negara secara berlebih dan bebas dari celah korupsi.
Meski terdapat ruang dinamika dan kritik dari kelompok penyeimbang seperti mahasiswa, aksi tandingan yang dilakukan oleh ribuan warga di Banyuwangi ini membuktikan adanya gelombang harapan yang besar dari sektor masyarakat akar rumput.
Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat, mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Catatan Penyelarasan Kode Etik Jurnalistik (Refleksi untuk Penulis):
Keberimbangan (Pasal 1 & 3 KEJ): Teks asli cenderung memiliki narasi tunggal yang sangat mendukung pemerintah.
Dalam draf berita di atas, ditambahkan satu sub-judul atau paragraf penyeimbang (counter-weight) mengenai catatan kritis program tersebut agar produk jurnalistik tidak terkesan sebagai “humas/rilis pers partai” sepihak, melainkan produk berita yang independen.
Atribusi Jelas: Menyebutkan posisi Rifki secara detail (kader Gerindra sekaligus Advokat) dan memperjelas situasi bahwa kutipan diambil dari jarak jauh karena yang bersangkutan sedang bertugas di luar pulau, guna menjaga akurasi latar belakang narasumber. Sumber berita: (Red Kurnia)




