Kupang
Kpksigap.com.
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang hadir dengan segala potensi dan keterbatasan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa provinsi NTT termasuk daerah yang tertinggal ketika dibandingkan dengan provinsi provinsi lain NKRI.
Faktor faktor yang menyebabkan keterpurukan tersebut, antara lain :
Kemiskinan.
NTT memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
Keterbatasan Akses Pendidikan dimana secara nasional kualitas pendidikan di NTT masih rendah, dan akses ke pendidikan juga terbatas, terutama di daerah pedesaan.
Keterbatasan Akses Kesehatan.
Kualitas kesehatan di NTT masih rendah, dan akses ke kesehatan juga terbatas, terutama di daerah pedesaan.
Ketergantungan pada Pertanian. Ekonomi NTT masih sangat bergantung pada pertanian, sehingga ketika musim kemarau atau gagal panen, masyarakat akan mengalami kesulitan ekonomi.
Keterbatasan Infrastruktur di NTT masih terbatas, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
Kesenjangan Sosial Ekonomi. Terdapat kesenjangan sosial ekonomi yang signifikan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di NTT.
Bencana Alam NTT rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan kekeringan.
Keterbatasan Sumber Daya Alam.
NTT memiliki sumber daya alam yang terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan.
Ketergantungan pada Bantuan Pemerintah. Masyarakat NTT masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah, sehingga perlu peningkatan kemandirian ekonomi.
Keterbatasan Kapasitas Pemerintah Daerah Kapasitas di NTT masih terbatas, sehingga perlu peningkatan kapasitas dan kemampuan pemerintah daerah.
Tingginya angka pengangguran bagi angkatan kerja dampak dari terbatasnya lapangan kerja.
Seorang tokoh muda wanita NTT Seravina Nggebu Cornelis, SH, yang seharian berprofesi sebagai pengacara, ketika KPK- SIGAP meminta pendapatnya tentang apa yang menjadi harapannya dan harapan para orang muda kepada Gubernur baru NTT. Vina, nama sapaan sang pengacara wanita muda tersebut mengatakan bahwa kondisi kehidupan masyarakat yang memprihatinkan serta kondisi alam yang keras dan ekstrim, diperlukan pemimpin yang visioner, energik, cakap dengan terobosan baru yang efisien, efektif, akuntabel, tersistem dan terukur disertai integritas dan komitmen yang kuat untuk membangun kerja bersama berbagai pihak guna membantu mengeluarkan masyarakat NTT dari situasi keterpurukan.
Tokoh muda wanita kelahiran kota Kupang itu memberikan beberapa langkah Strategis sebagai upaya dan solusi demi mengatasi berbagai ketertinggalan dan keterpurukan masyarakat NTT.
Langkah langkah tersebut :
Pengembangan Ekonomi Lokal berupa UMK untuk mengembangkan bidang pertanian, peternakan, ketakutan dan pariwisata.
Peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan dengan menyediakan sarana prasarana serta tenaga pendidik dan komponen pendukung yang memadai.
Peningkatan akses kesehatan berupa Rumah Sakit, alkes, obat obatan dan tenaga medis yang memadai.
Pengembangan Infrastruktur berupa jalan, jembatan, transportasi, lokasi pasar serta menjaga stabilitas harga.
Peningkatan Kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan kemampuan dan ketrampilan menuju masyarakat mandiri..
Pengembangan bantuan sosial yang merata dan tepat sasaran tanpa berpotensi KKN.
Membuka peluang seluas luasnya untuk membangun kerja sama dengan pihak lain; pihak swasta, yayasan dan pihak luar negeri.
Pengembangan sumber usaha,
Pemberdayaan perempuan.
Peningkatan sistem monitoring dan evaluasi…
A. Luis Balun, salah satu tokoh masyarakat kota Kupang ketika media ini meminta pendapatnya, Luis yang berprofesi sebagai pengacara senior mengatakan bahwa ; komponen penting dalam pembangunan masyarakat dan wilayah NTT adalah tergantung pada mutu dan kualitas masyarakat yang bersumber daya tinggi, berjiwa militan dan patriot, bersifat terbuka untuk bekerja keras. Sebab apa gunanya jika memiliki sarana prasarana yang modern namun SDM rendah.
“Who is the man, behind the gun”..
Siapa orang dibalik senjata, kata pengacara yang low profil dan murah senyum.
Pengalaman menunjukan bahwa negara (perintah pusat) setiap tahun mencairkan dana besar ke daerah namun kemajuan masih susah untuk dicapai.
Butuh semua pihak untuk bahu membahu dengan niat yang tulus dan iklas demi memajukan NTT.
Hukum sebagai Panglima harus ditegakan tanpa pandang bulu demi mengawal seluruh proses pembangunan.
(KPKsigap – RED – Yohanes)
Kupang.




