KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Ringintelu, Banyuwangi – Tugas kerja para penjaga pintu masuk air PU pengairan, disaat terjadi cuaca extrim yang tak kenal waktu dan setiap saat bisa menjadi bencana bila lengah sekejap saja. Kalau kita lihat sekilas para pegawai ini terlihat seperti nahkoda, namun sesungguhnya di tangan dan kecekatan merekalah (Pegawai PU Pengairan) yang sigap dalam melayani aliran sungai dan petani juga hingga masyarakat pengguna air di saluran skunder wilayah daerah PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi.
Sungai dan aliran primer juga skunder memang terlihat tidak bahaya bila kita nilai sekilas, namun ketika hujan datang dan cuaca extrim saat ini, Para Pegawai THL, Yang bertugas sebagai juru-juru pintu dan kebersihan DAS (Daerah Aliran Sungai) di kabupaten Banyuwangi dalam melayani warga masyarakat dan petani peguna air, harus betul betul siap setiap saat dan tak kenal waktu.
Kendala besar dan mengancam kehidupan sebagai tanggung jawab berat mereka para pegawai PU Pengairan, salah satunya debit air jika musim hujan cuaca extrim, sampah menjadi pekerjaan berat setiap jam, bangkai dan batang kayu, plastik skala besar bisa mengganjal pintu air tempat mereka bekerja, sangat begitu berbahaya, namun banyak lembaga dan pegawai pemerintah lainya hanya memandang pegawai PU Pengairan hanya sekedar pegawai biasa.
Tim media kpk sigap mengadakan penelusuran nyata, untuk mengetahui bahwa pekerjaan tak mudah, pegawai PU Pengairan ini harus betul betul di aprisiasi oleh pemerintah dan masyarakat yang tak patuh dan mengabaikan papan tulisan terkait bahaya sampah. Tim Kpk Sigap melakukan analisa dan pemantauan secara nyata menyaksikan pegawai PU Pengairan untuk melaksanakan tugas pengabdian dan pelayanan nyata untuk masyarakat pengguna air dan kehidupan warga di bidang pertanian dan sumberdaya.
Bks 3 di sebut oleh warga di wilayah Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, di sini tim Kpk Sigap bertemu salah satu dari pegawai saat musim cuaca extrim, Mas Pitono dan Mas Diki beliau berdua adalah seorang pegawai di wilayah Korsda Pesanggaran, Tim Kpk Sigap melihat dengan nyata dan tak perlu bertanya betapa setiap saat dan tidak kenal waktu 24 jam harus siaga bila cuaca di pridiksi bahaya, langsung meluncur di tempat kerja Bks 3 karena air dan sampah berhenti mengganjal pintu masuk air mereka.
Semoga THL dan para abdi Pemerintah PU Pengairan sebagai pelayan warga masyarakat petani dan pengguna air yang sangat berperan dalam penunjang ketahanan pangan negara ini, diharapkan dapat menjadi perhatian khusus dari pemerintah dan kementan atas kinerja para THL juga pimpinan yang menggerakkannya…Bersambung. Sumber Berita: (Red Saifuloh – Tim Media Kpk Sigap)




