KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Srono, Banyuwangi – Seorang pelajar di Srono, Banyuwangi, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh lima anggota perguruan silat. Insiden ini diduga bermula dari kesalahpahaman terkait unggahan foto di media sosial yang berlatarbelakangkan dua logo perguruan silat.
Menurut keterangan, pelajar tersebut mengunggah foto dengan latar belakang dua logo perguruan silat tanpa memahami potensi kesalahpahaman yang mungkin timbul. Foto tersebut kemudian menjadi viral dan memicu kemarahan beberapa anggota perguruan silat.
“Pelajar tersebut tidak bermaksud memprovokasi atau menghina perguruan silat mana pun. Namun, foto tersebut dianggap sebagai penghinaan oleh beberapa anggota perguruan silat,” ujar sumber yang dekat dengan kasus tersebut.
Pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan tepi jalan area persawahan Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Dengan lima anggota perguruan silat menyerang pelajar tersebut. Korban mengalami luka-luka dan trauma akibat insiden tersebut.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui detail kejadian,” ujar Kapolsek Srono.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menghindari unggahan yang dapat memicu kesalahpahaman atau konflik. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Sumber Berita: (Red Jas Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




