Blitar | kpksigap.com — Misteri penemuan mayat perempuan tanpa identitas di pinggir Jalan Raya Popoh, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama DT.O (21), warga Dusun Purworejo RT 003 RW 008, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Identitas korban dipastikan setelah keluarga dan perangkat desa setempat mendatangi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, tempat jenazah disemayamkan, Senin (7/7/2025).
“Kami pastikan korban adalah adik kandung Budi Kurniawan yang dikenali dari tato di tubuhnya dan pakaian yang dikenakan,” ujar Putut Siswahyudi, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar.
Penemuan jenazah DT.O sempat menghebohkan warga sekitar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di bahu jalan, sekitar 1,3 meter dari aspal utama, tanpa membawa barang-barang pribadi. Ciri-ciri korban saat ditemukan yakni mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertuliskan fighter netral, celana jeans biru dongker, serta memiliki sejumlah tato di tubuhnya.
Tato tersebut berupa gambar selembar bulu di pergelangan tangan kanan, tulisan Dita Okta di tangan kiri, dan gambar Doraemon di atas pergelangan kaki kanan.
“Saya kira awalnya hanya orang mabuk atau orang gila tidur di pinggir jalan. Tapi setelah dicek, ternyata sudah meninggal dunia,” kata Sutiyah (50), warga yang pertama kali menemukan korban saat menyapu halaman rumah.
Polisi kini fokus menyelidiki penyebab kematian korban. Jenazah DT.O rencananya akan diautopsi di RS Bhayangkara Kediri.
“Kami sudah olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kami juga menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” terang Putut Siswahyudi, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar.
Putut menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini diharapkan segera melapor ke pihak kepolisian.
“Mohon warga tidak berspekulasi dulu tentang penyebab kematian. Kami akan sampaikan hasil resmi setelah penyelidikan tuntas,” pungkasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang penemuan jasad misterius di Blitar yang masih memerlukan penanganan serius. Pihak keluarga korban berharap polisi dapat segera mengungkap fakta di balik kematian DT.O.
Kpksigap.red | Pramono




