Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Barat Hadiri Syukuran Keluarga Lasarus Pen !
Pacar, Kpksigap.com – Keluarga besar Politisi PDIP, Lasarus Pen, S.Pd., menggelar acara syukuran yang berlangsung di Ndekar, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT, Sabtu (12/7/2025).
Pak Lasa, demikian sapaan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Manggarai Barat menggelar acara syukuran atas tiga hal yang merupakan pencapaian dalam perjuangan hidupnya sebagai Ayah, Suami, dan Politisi .
Syukuran dengan tema ” Mengucap Syukur dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus bagi Kamu,” dilaksanakan sebagai perwujudan Iman Katolik sekaligus refleksi sikap iman Pak Lasa sekeluarga dalam pergumulan hidup dengan segala suka dukanya hingga mencapai sukses atas tiga pencapaian yang dipandang sebagai keberhasilan Pak Lasa bersama Istrinya bernama lengkap Puji Astuti, S.Pd. Dalam sengaja pergumulan hidup keluarga, mereka selalu bersyukur , baik untuk kesuksesan maupun kegagalan yang sempat dialami dalam pileg 2019.
Adapun tiga pencapaian itu adalah , pertama ; sebagai Ayah, Pak Lasa dengan segala tantangan dalam hal biaya pendidikan keempat anaknya, telah berhasil menjalankan tanggungjawab memelihara dan membesarkan keempat orangnya hingga sukses dalam belajar. Kesuksesan dalam belajar terlihat lewat keberhasilan anak-anaknya mengenyam pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana. Dari keempatnya, dengan sapaan masing-masing; Erlin, Lois, Endang dan Sandro, dua diantaranya telah menjadi PNS. Meski demi membiayai pendidikan keempat anaknya, Pak Lasa sempat olah tanah, kerja sawah dan bahkan mengoperasikan sensor kayu sebagai sumber ekonomi keluarga.
Kedua , sebagai Suami dari Ibu Puji, demikian sapaan Istri Pak Lasa, telah sukses menjalani dan merawat kelanggengan hidup berumah tangga dalam satu ikatan perkawinan Katolik yang sudah berjalan tiga puluh tahun, tanpa hambatan berarti.
Ketiga , sebagai politisi PDIP, Pak Lasa telah berhasil melakukan transformasi diri dari profesi semula sebagai guru di salah satu SMP di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai ( Induk dari Kabupaten Manggarai Barat) – NTT, lalu banting stir beralih profesi sebagai Kontraktor hingga terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat 2014-2019. Meski gagal dalam pileg 2019, namun politisi PDIP Dapil dua di lima kecamatan dari duabelas kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat ini tidak patah arang. Dirinya senantiasa mendapat dukungan spirit dari Istri dan anak-anak untuk bangkit dan berjuang lagi hingga terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat 2024-2029.
Dalam sambutannya, Pak Lasa menuturkan sederetan kesulitan dan tantangan hidup sebagai Kepala keluarga yang harus membiayai berusaha keras membiayai pendidikan keempat anak mereka. Saat yang sama, sebagai politisi dirinya mengalami kegagalan dalam pileg 2019. Lalu mencoba bangkit untuk berjuang lagi dalam segala keterbatasan sumber daya, terutama biaya politik pileg 2024. Minimnya daya dukung finansial menjadikan dirinya sempat diprediksi banyak pihak akan mengulangi kegagalan 2019 pada pileg 2024.
” Terus terang, sejujurnya, saya nol minus dari sisi biaya politik saat ikut pileg 2024. Belum habis pikir tentang biaya pendidikan anak-anak dan kelangsungan hidup kami sekeluarga. Saat yang sama, kesulitan mendapatkan biaya untuk kegiatan politik terkait pileg 2024,” ungkapnya.
Ayah empat anak ini mengakui jika keterpilihannya dalam pileg 2024 semata-mata karena dukungan keluarga besar serta kerabat dan kenalan. Tak kalah penting adalah berkat campur tangan Tuhan.
Ia mengakui bahwa kegagalan 2019 merupakan pelajaran berharga baginya untuk berefleksi dan melahirkan spirit untuk bangkit dan berjuang lagi hingga terpilih saat ini.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Benediktus Nurdin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Rikardus Jani, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Darius Angkur, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Silfester Syukur dan Kanis Jehabut, Pater Egy dari DIY yang memimpin ibadah perayaan misa syukur , serta sejumlah pendukung dan simpatisan Pak Lasa.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Rikar Jani mencoba memagnai acara ini dalam spiritualitas kebangkitan Lasarus di Jaman Yesus dua ribu tahun silam di Yahudi.
” Hari ini kita semua diundang hadir untuk turut memeriahkan acara syukuran keluarga Pak Lasa.Yang menjadi permenungan kita sekarang, apa yang menyebabkan Pak Lasa berhasil. Saya mencoba untuk menggali dari dasar biblis. Lasarus itu dalam kitab suci Injil Mateus adalah sebagai tokoh yang sudah mati tapi dibangkitkan. Lasarus sudah mati dan dikubur empat hari tapi dibangkit oleh Yesus. Bagaimana peristiwa kebangkitan itu terjadi, saya yakin ada peran Maria dan Marta yang memberi tahu Yesus tentang keharusan Lasarus. Saya meyakini Kaka Puji ( Istri Pak Lasa) menjalankan peran Maria dan Marta dalam diri Pak Lasa,” ungkapnya .
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat ini menyebutkan :
” Lasarus Pen, Pen itu identik dengan pena atau bolpoin. Maka jangan salahkan Pak Lasa jika dirinya sempat menjadi guru. Kemudian bangkit dan bertransformasi menjadi politisi. Saya bersama Pak Lasa sama-sama maju dalam pileg 2014 dan sama-sama terpilih. Namun 2019 saya terpilih , dan Pak Lasa tidak berhasil. Di 2024, Pak Lasa kembali terpilih. Jangan heran, kita sudah menemukan jawabannya karena namanya Lasarus Pen. Ia gagal 2019 tapi sudah dinubuatkan bangkit lagi. Ada peran Ibu Puji sebagai Maria dan Marta bagi kebangkitan Pak Lasa sebagai politisi. Spiritualitas kebangkitan ini juga ditunjukan pada tanggungjawab Pak Lasa bersama Ibu Puji dalam menyelesaikan pendidikan anak-anak hingga keempatnya tamat dan beribadah sarjana , bahkan dua orang diantaranya telah diterima dan bekerja sebagai ASN. Saya atas nama peribadi dan keluarga besar Partai Demokrat mengucapkan Proficiat untuk Pak Lasa sekeluarga ,” pungkasnya sembari menutup sambutannya dengan menyanyikan sebuah lagu pop daerah Kabupaten Manggarai disambut aplouse meriah dari undangan yang hadir.***
KPK SIGAP Red
Editor mursyidi
Reporter Adrianus Jehamat




