Kepala Desa Sungai Rotan Diduga Tertutup, Wartawan Alami Kesulitan Konfirmasi

Tanjung Jabung Barat,– kpksigap.com
Kedatangan tim wartawan ke kantor Desa Sungai Rotan, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, pada Kamis (16/1/2025), mendapat tanggapan yang kurang bersahabat dari Kepala Desa (Kades) setempat. Diduga, Kades yang berinisial Nuranisa terkesan alergi terhadap kedatangan media untuk konfirmasi sejumlah informasi.

Salah satu jurnalis, Roy, mengungkapkan kekecewaannya atas sulitnya menjalin komunikasi dengan Kades. Ia mengaku telah berupaya menghubungi pihak desa sejak Senin, namun hingga Kamis tidak berhasil bertemu dengan Kades. “Kami hanya ingin bersilaturahmi dan menanyakan perkembangan kegiatan desa, khususnya terkait penggunaan dana desa. Namun, hingga saat ini, beliau seolah menghindar dan bahkan memilih menutup ruangan kantor,” ujar Roy.

Tim wartawan merasa keberatan atas sikap tertutup tersebut, terutama karena tugas wartawan adalah memastikan transparansi dan penyampaian informasi kepada publik. “Kami hanya ingin menjalankan peran kami sebagai sosial kontrol, tetapi respons yang diterima justru sebaliknya,” tambahnya.

Butuh Evaluasi dari Pihak Terkait, Kasus ini dinilai mencoreng prinsip keterbukaan publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pemerintah desa. Penggunaan dana desa, sebagai bagian dari program pemerintah yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, merupakan informasi penting yang perlu dikawal dan diawasi bersama.

Wartawan berharap Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, Camat Renah Mendaluh, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dapat turun tangan mengevaluasi kinerja Kades tersebut. “Kita berharap ada sikap tegas agar masalah ini tidak berdampak buruk pada transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” tegas Roy.

Ironisnya, sikap tertutup ini tidak hanya datang dari Kades, tetapi juga salah satu kerabatnya. Ketika tim mencoba bertanya terkait keberadaan Kades, respons yang diberikan justru bernada kasar dan merendahkan niat baik para jurnalis.

Pentingnya Kemitraan dengan Media
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi perangkat desa lainnya untuk lebih memahami peran media sebagai mitra dalam membangun daerah. Sikap yang menghindari wartawan bukan hanya merugikan komunikasi, tetapi juga dapat menciptakan asumsi negatif di masyarakat.

“Media bukan ancaman, justru hadir sebagai sarana transparansi dan kontrol yang konstruktif. Kami berharap ada perbaikan hubungan antara perangkat desa dengan insan pers di masa depan,” pungkas Roy.

Penulis : Syah Roni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *