Noemuti,TTU- kpksigap.com
Gereja Paroki Noemuti seturut kehendak ilahi ( providentia dei) berada di pinggir sungai Noemuti yang airnya mengalir berasal dari Gunung Mutis, sumber kehidupan orang Timor. Tentu ini bukan hanya sekadar suatu kebetulan geografis, melainkan pada suatu providentia Dei atau penyelenggaraan Ilahi Tuhan bagi Noemuti.
Dr. Frederikus Fios, S. Fil. M. Th dalam artikelnya yang dipublikasikan pada Buku Kenangan Satu Abad Paroki Noemuti menyebutkan Gereja Noemuti dapat dianalogikan seperti sebuah sungai yang terus mengalirkan dan menyirami cendekiawan Gereja dan Bangsa lintas generasi dari dahulu, kini hingga masa depan.
Menurut Ketua Program Character Building Development Center Binus University Jakarta ini Gereja Katolik Noemuti adalah Gereja Katolik Roma yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Gereja ini memiliki sejarah panjang 100 tahun dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya, terutama dalam konteks pendidikan dan pembentukan cendekiawan gereja dan bangsa. Gereja Katolik Noemuti ibarat sungai jernih yang terus mengalirkan cendekiawan gereja dan bangsa. Ia memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan banyak kaum cendekiawan di bidang agama dan ilmu pengetahuan, ” tandas Pendiri Institut Pendidikan Agama Katolik Parung Panjang Bogor ini.
Doktor Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia tahun 2016 ini lebih lanjut mengatakan misi Gereja Katolik Noemuti adalah berkiprah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang berkualitas dan mendidik para generasi muda setiap angkatan untuk mencapai prestasi terbaik dalam hidup mereka. Antusiasme Gereja dalam membantu pendidikan katanya lagi cukup besar. Hal ini sesuai dengan kehendak Tuhan yang menyediakan kesempatan dan kemampuan bagi seseorang untuk belajar, mengembangkan dirinya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pendiri Yayasan FILIA ini menegaskan sepanjang sejarahnya Gereja Katolik Noemuti telah melahirkan banyak cendekiawan agama dan profesional yang memberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.
“Kontribusi ini mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, politik, sains dan teknologi. Gereja Katolik Noemuti juga memberdayakan ekonomi masyarakat terutama dalam pemberian penyuluhan dan pelatihan keterampilan berwirausaha. Selain itu mendukung pembangunan fasilitas umum untuk memperbaiki kualitas kehidupan lingkungan dan masyarakat sekitar, ” ungkap Fritz.
Dikatakan pula secara keseluruhan Gereja Katolik Noemuti dengan visi dan misi yang kuat, komitmen yang stabil dan keberhasilan yang terjaga dalam mencetak cendekiawan agama dan profesional telah memberikan kontribusi positif -konstruktif bagi masyarakat sekitar, nasional, hingga internasional. Gereja Katolik Noemuti tambahnya lagi, sungguh sungai yang tiada hentinya mengalirkan air pengetahuan yang menyirami bibit- bibit subur insan terdidik di berbagai bidang pembangunan.
Refleksi Kritis
Dalam konteks penguatan SDM Noemuti yang beriman, berakhlak, berilmu, dan menguasai teknologi di masa depan Fritz menyodorkan 5 aspek yang perlu direfleksikan secara kritis.
Pertama, peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan : pendidikan berkualitas telah membentuk manusia Noemuti yang beriman, berakhlak dan berilmu. Penting untuk terus memperhatikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Noemuti agar dapat memberikan bekal yang adequate bagi generasi muda yang berkelanjutan di masa depan. Hal ini semakin mendesak dan urgen seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, pendidikan di Noemuti harus berinovasi dan kreatif serta mengikuti perkembangan zaman untuk menghasilkan SDM Noemuti yang menguasai teknologi. Generasi Noemuti alhasil dapat bertumbuh menjadi generasi yang smart and good.
Kedua, Pendidikan Religiositas. Dalam memperkuat iman dan akhlak, pendidikan agama yang diletakkan sejak masa- masa awal di Noemuti perlu diperhatikan secara serius dan berkelanjutan. Sekolah- sekolah di Noemuti tandasnya lagi harus memberikan pendidikan agama yang maksimal, tidak hanya mengajarkan pengetahuan epistemologis tentang agama. Akan tetapi yang terpenting penghayatan dan internalisasi nilai- nilai moral dan etika sebagai bekal untuk hidup bagi generasi muda di masa mendatang, khususnya dalam konteks masyarakat yang makin heterogen dan plural.
Ketiga, Beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Teknologi berkembang dengan sangat cepat dan mempengaruhi hidup manusia. Di sini sangat penting untuk memperkuat SDM Noemuti yang mampu menguasai teknologi agar terus bisa bersaing dalam lingkungan kerja global yang makin digital sejalan dengan revolusi industri 4.0 bahkan 5.0.
Keempat, Character Building. SDM yang beriman, berakhlak dan berilmu harus didukung dengan pembentukan karakter yang baik dan ideal. Kepribadian yang kuat akan membantu individu bersangkutan di dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan realitas kehidupan masa depan yang makin kompetitif dan tidak menentu.
Kelima, Penguatan Etos Kerja. Etos kerja harus diperhatikan dalam memperkuat SDM masa depan. Etos kerja yang baik dapat membantu individu untuk mencapai kesuksesan dalam karir dan pilihan hidup profesi di masa depan, entah sebagai awam ataupun sebagai insan yang terpanggil untuk hidup membiara.
“Refleksi kritis terhadap penguatan SDM Noemuti yang beriman, berakhlak, berilmu, dan menguasai teknologi di masa depan menjadi kata kunci penting untuk mempersiapkan generasi masa depan Noemuti yang mampu menghadapi tantangan dan melakukan perubahaan yang positif bagi masyarakat, bangsa dan negara. Refleksi kritis ini kiranya dapat menjadi catatan bersama semua pihak baik Gereja, pemerintah, tokoh masyarakat maupun berbagai elemen sosial masyarakat yang peduli pada aspek pendidikan dan penguatan SDM Noemuti, ” pungkasnya.
KPK SIGAP-Yuven Fernandez




