Ruteng-Manggarai, KPK SIGAP. COM – Pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan sekolah dasar (SD) dari Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdas) tahun anggaran 2025, untuk Kabupaten Manggarai kian gencar dijalankan oleh sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi. Sebagai salah satu dari enam belas penerima bantuan untuk Kabupaten Manggarai, Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ka Redong, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores – Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak antusias menjalankan program ini hingga mencapai progres pekerjaan fisik sebesar 25% dalam waktu tiga Minggu.
Kerja Baru Tiga Minggu Sudah Mencapai Progres 25 %
Fakta adanya kemajuan fisik pekerjaan selama tiga Minggu yang terbilang sangat cepat ini, terungkap dalam pertemuan Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP ( Kabar Pemantauan Korupsi-Sinergi Integritas Tanggap & Profesional) dengan Staf utusan dari Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Leo Prawin dengan Kepala SDK Ka Redong, Elisabet Ndueng, S.Pd., di ruang kerja Kepsek di Redong, Senin pagi (22/9/2025)
Dalam pertemuan ini, Leo, sapaan Staf utusan BPMP NTT didampingi Viky Lampur, Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas PPO Kabupaten Manggarai, dan Amandus Hansi, Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik Dinas PPO Kabupaten Manggarai menjelaskan kedatangan dirinya untuk memantau jalannya kegiatan pembangunan di setiap sekolah penerima bantuan revitalisasi di NTT, termasuk di Kabupaten Manggarai.
” Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Kemendikdasmen untuk NTT, kami dari BPMP NTT ditugaskan untuk mendampingi kegiatan revitalisasi. Kami ingin memastikan bahwa semua kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi ini, secara administrasi bisa dipastikan telah berjalan dengan baik. Untuk ini BPMP NTT datang dengan instrumen untuk membantu melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan agar secara administrasi semuanya bisa dibuktikan telah berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ungkap Leo
Lebih lanjut Leo menegaskan bahwa berdasarkan hasil dialog dengan pejabat terkait di Dinas PPO Kabupaten Manggarai, pelaksanaan kegiatan revitalisasi untuk Manggarai sejauh ini semuanya berjalan baik. Termasuk untuk SDK Ka Redong yang berdasarkan instrumen penilaian dari BPMP NTT telah mengalami progres pekerjaan fisik yang sangat signifikan telah mencapai 25% dalam waktu relatif singkat, baru berjalan tiga Minggu hingga akhir September.
” Kami hanya membantu dengan instrumen kami. Mungkin ada yang belum atau terlewatkan, supaya kami bantu untuk dilengkapi administrasinya bagi yang belum.Nanti akhirnya sekolah dan dinas sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” tutur Leo.
Bagi BPMP NTT, kalau secara administratif semua aman dan rapi artinya semua sudah berjalan baik.
” Dari saya cerita-cerita dengan Bapak-bapak di dinas, di Manggarai semuanya aman untuk SD khususnya,” tegas Leo memastikan.
Sambut Positif Kedatangan Utusan BPMP NTT
Bagi Elis, demikian sapaan Kepsek SDK Ka Redong, kedatangan utusan BPMP NTT ke sekolahnya adalah hal positif untuk membantu sekolah ini untuk melaksanakan seluruh kegiatan pembangunan sesuai dengan juknis yang telah diatur oleh Kemendikdasmen, merujuk pada Panduan Pelaksanaan Dan Laporan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Tahun Anggaran 2025.
” Pak Leo, saya juga juga berterima kasih sudah berkenan datang ke sekolah ini. Jujur saja, kami disini masih minim pengetahuan tentang kegiatan pembangunan seperti saat ini. Saya bersyukur Pak Datang sehingga bisa melihat sendiri apa yang masih kurang dan bisa bantu kami untuk melengkapi dan memperbaiki hal yang dinilai masih kurang,” Sambut Kepsek Elis
Lebih lanjut Kepsek Elis meyakinkan Utusan BPMP NTT bahwa dalam pelaksanaan pembangunan di sekolahnya yang bersumber dari Bantuan Revitalisasi. Selaku penanggungjawab, pihaknya telah mengikuti seluruh ketentuan yang diatur oleh Kemendikdasmen Dirjend Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang tertuang dalam Panduan Pelaksanaan Dan Laporan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Tahun Anggaran 2025.
Dalam panduan ini pihak sekolah penerima bantuan diwajibkan antara lain membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)berjumlah enam orang yang melibatkan unsur sekolah dan perwakilan masyarakat. Kemudian diikuti dengan pembentukan panitia teknis yang bertanggungjawab dari sisi teknis terkait kualitas pekerjaan.
” Untuk Saya, selama ini sudah ada tim , ada arsitek, ada S2 Tehnik untuk perencana. Tetapi dengan kedatangan BPMP NTT dari Kupang pasti sangat membantu sekolah ini agar bekerja dengan baik hingga menghasilkan pekerjaan yang lebih baik mutunya dan paling bagus,” tutur Elis seraya menambahkan : ” mumpung sedang kerja. Kalau Pak Leo lihat ada yang tidak beres, tolong segera ingatkan saya dengan pihak pelaksana untuk segera perbaiki sesuai ketentuan yang seharusnya!.”
Prioritas Penggunaan Bantuan Revitalisasi
Pantauan media ini, BPMP NTT datang langsung ke lokasi pekerjaan serta mendokumentasikan berbagai aktifitas pekerjaan para tukang yang sedang berlangsung di sekolah ini.
Kepada media ini, Kepsek Elis menyebutkan total bantuan revitalisasi untuk SDK Ka Redong sebesar Rp 1.095 063.999 (Satu Miliar Sembilan Puluh Lima Juta Enam Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah), diprioritaskan penggunaannya untuk hal yang dinilai sangat urgent untuk dikerjakan: pertama; rehab 6 ruang kelas sepanjang mendekati 50 meter dengan lebar 7 meter. Kedua ; rehab ruang administrasi berupa ganti sing atap, kap, konsen yang sudah lapuk, kaca jendela , hingga pemasangan keramik lantai ruang administrasi para guru dan ruang kerja kepala sekolah agar lebih menarik dan nyaman dalam bekerja. Ketiga ; pembangunan gedung baru UKS ukuran 5 x 6 meter .Keempat ; pembangunan 3 unit WC baru dan rehab 1 unit WC Lama. Setiap unit mencakup 4 kamar WC. Kecuali 1 unit WC Lama hanya 3 kamar WC. Dengan demikian total 15 ruang WC bagi 28 guru dan 435 siswa yang tersebar di 18 rombongan belajar di sekolah yang didirikan 1957 ini.
Gembira Dan Bahagia Atas Bantuan
Kepsek Elis menyatakan kegembiraan sekaligus kebahagiaan yang terlukiskan atas bantuan pemerintah pusat yang telah diterimanya. Bantuan ini baginya adalah rahmat/karunia dalam masa kepemimpinannya di sekolah ini selama tiga tahun sejak diangkat sebagai Kepala SDK Ka Redong 2022.
Hal yang paling dikeluhkan olehnya bersama rekan guru bersama peserta didik adalah tentang ketersediaan kamar WC yang terbilang sangat minim dan terbatas selama 68 tahun sekolah ini melaksungkan proses KBM, hanya 3 kamar WC. Hal inilah yang menjadi alasan utama dirinya menolak tawaran untuk melaksanakan kegiatan bersama lintas sekolah di kota Ruteng dan sekitarnya di sekolah yang dipimpinya. Lantaran tidak nyaman dan kondusif dari sisi sarana prasarana yang satu ini.
” Saya merasa bantuan Revitalisasi ini adalah rahmat sekaligus perhatian yang sangat besar dari. Bapak Presiden Prabowo untuk sekolah kami. Disaat yang sama Bapak Presiden juga kasih program makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah. Perhatian Pemerintah bersama jajarannya sangat besar. Olehnya, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai dan tentu saja Dinas PPO Kabupaten Manggarai bersama jajaran terkait yang telah membantu kami di sekolah ini mendapatkan bantuan revitalisasi,” ungkap Ibu tiga anak ini.
Poles Tampilan Fisik Ruang Kelas
Bantuan ini sungguh bermanfaat untuk memoles tampilan fisik gedung dan ruangan kelas bangunan tua yang sing atap sudah berkarat, kap dan Kosen jendela serta didinding hingga lantai sudah kropos dan pecah-pecah. Tentu bukan untuk gagah-gagahan dengan tampilan baru lantaran seluruh lantai ruangan hingga teras akan dikeramik seluruhnya. Tetapi yang terpenting adalah tentang keindahan dan kenyamanan bagi para pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses KBM menuju terciptanya Generasi Emas Indonesia 2045.
” Saya yakin, ketika bangunan sudah selesai dikerjakan dan lantai ruangan sudah dikeramik. Lalu WC juga sudah tersedia maksimal maka para guru dan siswa pasti betah dan nyaman berada di sekolah seperti di rumah sendiri. Dengan ini kualitas pembelajaran pasti ikut meningkat,” tutur Alumni Unika Ruteng ini seraya berharap kepada pemerintah agar bantuan untuk sekolahnya tidak hanya tahun ini tapi bisa berlanjut di tahun yang akan datang. Demikian juga kepada siapapun pemimpin baru yang akan menggantikan posisinya kelak di sekolah ini, diharapkan agar memperhatikan dan merawat seluruh sarana yang ada disekolah ini, termasuk sejumlah bangunan yang sedang ia rehab saat ini. Harapan senada juga disampaikan Kepsek Elis kepada segenap orangtua siswa agar lebih mendorong semangat belajar anak-anak agar lebih siap menghadapiada depan yang lebih baik.
” Dengan hadirnya sarana belajar seperti gedung dan ruang kelas yang jauh lebih baik berkat bantuan revitalisasi. Saya mengharapkan orangtua siswa lebih aktif mendorong anak-anak mereka agar lebih semangat dan lebih rajin lagi untuk belajar.”
Bantah Keras Dugaan Pungli !
Ditanya soal adanya dugaan pungli dalam pelaksanaan pembangunan rehab gedung sekolah sebagaimana diberitakan salah satu media sebelumnya. Kepsek Elis membantah keras jika tudingan itu sangat tendensius dan merupakan upaya pembunuhan karakter atas dirinya.
” Saya keberatan dan menolak tudingan tak berdasar dari media itu. Apalagi tanpa bukti. Kapan dan dimana serta berapa banyak nilai nominal fee yang telah saya terima dari siapa ?,” ungkapnya.
Bagi Kepsek Elis, tudingan ini selain tidak berdasar, juga menggambarkan minimnya referensi pengetahuan tentang mekanisme proses pengelolaan dana bantuan revitalisasi yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Pemerintah Pusat selaku pemilik program dan anggaran.
” Untuk diketahui, Kepala sekolah tidak memegang uang. Saya hanya melihat uang saat pencairan bersama bendahara. Selanjutnya bendahara mengatur penggunaan uang ini untuk membayar semua kebutuhan bagi pelaksanaan kegiatan mulai dari material seperti pasir, semen, sing, besi, batu, paku, kayu untuk kap, Kosen hingga biaya tukang dan pekerja. Dari sisi mana saya mendapatkan fee dari siapa ?.” tutup Instruktur Aerobik di Kota Ruteng ini.
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP (Kabar Pemantauan Korupsi-Sinergi Integritas Tanggap & Profesional)
Editor : Redaksi .



