
Minahasa Tenggara, kpksigap.com, Minggu, 25 Mei 2025.
Di tengah semangat pembangunan Sulawesi Utara yang terus menggeliat di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Yulius Silvanus SE (YSK), sektor pertambangan menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Program strategis pemerintah provinsi, termasuk percepatan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), bertujuan memberikan ruang legal dan berkelanjutan bagi para penambang lokal.
Salah satu tokoh yang terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan sektor ini adalah Inal Supit, seorang pengusaha tambang yang dikenal konsisten menjalankan kegiatan usahanya di kawasan Ratatotok/Alason, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulut. Meski beberapa waktu terakhir namanya menjadi sorotan karena pemberitaan miring terkait penggunaan alat berat dan birokrasi tambang miliknya, Inal tetap tegar dan fokus pada visi besarnya: mendorong kemajuan ekonomi daerah melalui tambang yang berdaya guna dan berdaya saing.
Dukungan terhadap Inal datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari Yuni Wahyuni—aktivis perempuan Sulut yang akrab disapa Bunda Yuni. Dalam pernyataannya, Bunda Yuni menilai bahwa pemberitaan yang hanya menyudutkan satu pihak tidak mencerminkan keadilan informasi.
“Tak bijak jika hanya Bung Inal sendiri yang disorot. Banyak pengusaha tambang lain juga menggunakan alat berat. Kita butuh keadilan dan keseimbangan dalam penyampaian informasi,” tegasnya.
Bunda Yuni menambahkan bahwa Inal Supit bukan hanya seorang pengusaha, tetapi juga sosok yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Beliau membuka lapangan pekerjaan, menggairahkan ekonomi lokal, dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sosok seperti ini justru perlu didukung, bukan dilemahkan,” ujar Bunda Yuni.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi positif antara media dan dunia usaha, terutama sektor strategis seperti pertambangan. “Media adalah mitra pembangunan. Mari kita dorong narasi kolaboratif yang membangun, bukan menjatuhkan.”
Dengan kiprah dan dedikasi Inal Supit yang terus teguh membangun tambang yang legal, produktif, dan inklusif, harapan terhadap realisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sulut semakin terbuka lebar. Bila direalisasikan dengan tepat, WPR diyakini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Sulut.
Sulut Gold bukan hanya sekadar Tambang, melainkan sebuah harapan bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera bagi warga Sulut seutuhnya.
Kpksigap/Redaksi
Robby.


