Labuan Bajo, KPK SIGAP.COM – Pembatalan pekerjaan proyek infrastruktur jalan kabupaten ruas Hita-Bari yang menghubungkan Kecamatan Pacar dan Masang Pacar di Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT , dengan pagu sebesar Rp 7 miliar lebih yang bersumber dari APBD 2 Kabupaten Manggarai Barat T.A.2025, hampir pasti tak terelakan.
Selain disebabkan oleh persoalan teknis karena ketiadaan PPK untuk proyek ini sebagaimana dilansir media ini, Edisi Kamis ( 16/10/2025), juga dilihat dari limit waktu yang terbilang sangat mepet, tersisa hanya dua bulan efektif. Sebab, jika pekerjaan dipaksakan untuk dimulai pertengahan atau akhir Oktober hingga awal November tahun ini. Berarti waktu efektif pelaksanaan kegiatan hanya tersisa satu bulan plus 20 hari atau total hanya 50 hari kalender. Sementara, memasuki 20 Desember 2025, biasanya pelaksana pekerjaan lebih sibuk dengan urusan administrasi jelang akhir T.A. 31 Desember.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur melalui sambungan telepon selulernya kepada media ini, Kamis malam (16/10/2025).
” Saya sangat yakin Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak bisa jalankan itu kegiatan karena waktunya tinggal dua bulan efektif,” tegas Politisi PDIP dari Fraksi NasDem Plus – Perjuangan.
Dikemanakan Anggaran Rp 7 Miliar ?
Pekerjaan dipastikan batal dilaksanakan. Lalu anggaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp 7 miliar lebih untuk membiayai proyek jalan kabupaten ruas Hita-Bari, dikemanakan ?
Menurut Sil, demikian sapaan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari PDIP 5 periode ini, dana itu akan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) untuk membiayai kegiatan lanjutan di tahun anggaran berikutnya.
” Kalau tidak dilaksanakan oleh Pemerintah maka dana Rp 7 miliar lebih itu jadi SILPA untuk tahun berikutnya saat perubahan APBD,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam pengelolaan keuangan daerah, SILPA merupakan indikator penting untuk menilai kemampuan keuangan daerah dan efektivitas pengelolaan anggaran. Silpa, lanjut Sil, dapat digunakan untuk mendanai sejumlah kegiatan lanjutan, termasuk misalnya untuk melanjutkan pekerjaan jalan jalur Hita-Bari tahun anggaran berikutnya, 2026 atau 2027. Kemudian untuk membiayai kewajiban yang belum diselesaikan, maupun untuk menutup defisit anggaran.
Untuk bisa dianggarkan kembali di tahun berikutnya, menurut Sil, tergantung perencanaan pemerintah dan pembahasan di DPRD.
” Untuk bisa dianggarkan lagi atau tidak, tergantung perencanaan pemerintah dan pembahasan di DPRD. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tentu memandang perlunya membangun jalan Hotmix jalur Hita-Bari, terbukti sudah direncanakan dan anggarannya sudah dibahas bersama DPRD dan telah ditetapkan tahun ini. Bahwa kemudian tidak terlaksana karena alasan teknis ketiadaan PPK, diharapkan dapat dianggarkan lagi tahun depan, baik melalui perubahan 2026 maupun APBD Induk 2026,” tuturnya.
Senada dengan Sil Syukur, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Lasarus Pen juga menegaskan bahwa anggaran Rp 7 miliar itu sudah ditetapkan dalam APBD Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2025.
” Anggaran ini dijadikan SILPA untuk tahun anggaran berikutnya. Apakah nanti digunakan untuk kembali untuk pekerjaan yang tertunda saat ini, kita tidak tahu. Tetapi mudah- mudahan demikian,” ungkapnya saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon selulernya, Kamis malam (16/10/2025)
Tak Ada Jaminan Dianggarkan Kembali Tahun Depan
Lasarus Pen menyatakan tidak adanya jaminan akan dianggarkan kembali tahun depan. Sehingga yang sangat dirugikan akibat tidak terlaksananya kegiatan tahun ini adalah masyarakat .
” Tidak ada jaminan akan dianggarkan kembali tahun depan. Yang rugi pengguna yakni masyarakat,” tegas Lasa Pen.
Penyesalan Sangat Mendalam
Hal ini merujuk pada harapan warga masyarakat di dua kecamatan yang dilintasi jalan kabupaten ruas Hita-Bari agar dibangun tahun ini. Apalagi anggaran nya sudah tersedia. Kalau tahun ini sudah dibangun maka tahun berikutnya tidak ada beban lagi , dan tinggal menangani jalur lainnnya.
” Kita sungguh sesali kenapa sampai tidak ada PPKnya ? Pemerintah harus tetap memikirkan ruas jalan yang telah direncanakan tapi tidak bisa dilaksanakan karena alasan teknis,” ungkap Sil
Konsen Bupati Bangun Jalan Hotmix
Menurut Sil, konsen dari Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi merencanakan pembangunan jalan kabupaten yang menghubungkan antara kecamatan , semuanya dihotmix dinilai sebagai hal yang sangat baik dan layak didukung oleh semua fraksi dari semua parpol, termasuk dari PDIP.
” Pak Bupati merencanakan pembangunan jalan kabupaten yang menghubungkan antara kecamatan semuanya dihotmix. Saya kira itu sangat bagus dan kita perlu dukung. Secara fraksi dan secara partai saya kira kita pasti sangat mendukung,” tuturnya penuh kepastian.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kalau bangun Hotmix ini tentu punya standar dan persyaratan yang sangat ketat jika dibandingkan dengan lapisan penetrasi (lapen) biasa yang menurutnya tidak bertahan lama.
“Kalau lapen itu umurnya baru setahun sudah rusak . Saya sangat setuju dengan konsen dari Pak Bupati untuk membangun jalan-jalan utama dengan Hotmix,” tutupnya
Hingga berita ini diterbitkan, Kadis PU, Bupati Manggarai Barat,dan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat masih enggan merespon saat dihubungi media ini untuk konfirmasi dan minta klarifikasi.***
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.
Editor : Redaksi



