Banjir Bandang Terjang Desa Jelun Banyuwangi, Lalu Lintas Dua Kecamatan Terganggu

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Sempu, Banyuwangi – Hujan deras yang mengguyur wilayah daerah kabupaten Banyuwangi sejak siang hari mengakibatkan sungai di Desa Jelun, Kecamatan Licin, meluap dan menyebabkan banjir bandang yang menerjang jalan utama di desa tersebut, pada Kamis (22/5/2025) malam. Banjir berarus deras itu berdampak pada terganggunya lalu lintas antar dua kecamatan, yakni Kecamatan Licin dan Kecamatan Glagah.

 

Dalam video yang dibagikan warga, tampak air bah mengalir kencang melintasi jalan utama. Warga pun menyampaikan seruan agar pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera memberikan bantuan karena akses jalan tidak bisa dilalui dengan aman. Beberapa kendaraan yang nekat melintas terpaksa dituntun oleh petugas pengamanan dari TNI dan Polsek setempat yang berjaga di lokasi.

 

“Setelah jembatan, air langsung masuk ke sungai. Tapi karena gorong-gorong yang seharusnya mengalirkan air ke sungai tersumbat, air meluap ke jalan,” ujar Amung, salah seorang warga setempat yang turut membagikan rekaman kondisi banjir malam ini.

 

Ia menjelaskan, hujan lokal di Desa Jelun memang hanya berlangsung selama 1,5 jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, wilayah yang berada di dataran lebih tinggi seperti Tamansari telah diguyur hujan sejak siang hari, menyebabkan debit air meningkat drastis hingga mengalir ke wilayah Desa Jelun.

 

Hingga malam ini, banjir masih menerjang dengan arus deras dan sejumlah petugas terus berjaga untuk mengamankan arus lalu lintas serta memastikan tidak ada warga yang terjebak atau hanyut.

 

Sementara itu, pihak BPBD Banyuwangi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa mereka tengah melakukan proses assessment di lokasi kejadian untuk menentukan langkah-langkah penanganan darurat selanjutnya.

 

Sementara itu, pihak BPBD Banyuwangi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa mereka tengah melakukan proses assessment di lokasi kejadian untuk menentukan langkah-langkah penanganan darurat selanjutnya.

 

“Tim sedang di lapangan melakukan pemetaan dampak dan kebutuhan penanganan,” ujar perwakilan BPBD. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berisiko dan aliran sungai yang belum stabil. Sumber Berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *