Bolaang Mongondow, kpksigap.com, Kamis, 11 September 2025.
Asosiasi Pengusaha Industri Kecil (APiK) Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, giliran Desa Ibolian, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang menjadi titik fokus pendampingan langsung melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan UMKM.
Acara yang digelar di Balai Desa Ibolian dibuka oleh Sangadi Desa Ibolian Satu, Franky Pandelaki, S.Sos. Dalam sambutannya, Franky menegaskan bahwa hadirnya APiK menjadi energi baru bagi masyarakat desa, khususnya pelaku usaha lokal yang tengah berjuang meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha mereka.
“Pendampingan ini adalah langkah nyata agar UMKM kita lebih maju, produktif, dan mampu bersaing. Pemerintah desa mendukung penuh upaya APiK dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” tegas Franky.
Pendampingan kali ini menghadirkan dua narasumber sekaligus pengurus APiK, yaitu Sandra Ingrid Asaloei, S.Pd, SAB, MAB dan Asep Rahman, SKM, M.Kes, dosen Universitas Sam Ratulangi Manado.
Sandra menekankan bahwa APiK bukan sekadar wadah organisasi, melainkan mitra strategis bagi UMKM.
“Kami hadir menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan peluang yang ada. Mulai dari akses pelatihan, permodalan, perizinan, hingga pemasaran produk. Dengan begitu, usaha masyarakat bisa naik kelas dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,” jelas Sandra.
Sementara itu, Asep Rahman menyoroti pentingnya literasi digital dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih cepat menembus pasar luas.
“UMKM yang paham digital akan lebih mudah menjangkau konsumen, bahkan hingga pasar nasional. Karena itu, masyarakat perlu berani memanfaatkan teknologi untuk promosi maupun manajemen usaha,” papar Asep.
Ketua APiK Bolmong, Yohanis Batara Randa, S.Pt., menegaskan bahwa pendampingan seperti ini akan terus dilakukan di desa-desa lain di wilayah Bolaang Mongondow.
“Kami ingin UMKM desa tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan mandiri. Melalui pendampingan, kami berharap lahir pelaku usaha yang kreatif, inovatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yohanis.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Warga diberi kesempatan menyampaikan kendala dan kebutuhan mereka, mulai dari strategi pemasaran, akses modal, hingga pemahaman regulasi usaha. Suasana hangat dan antusias menunjukkan bahwa keberadaan APiK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hadirnya APiK di Desa Ibolian menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ekonomi desa bukan lagi sebatas wacana. Langkah kecil ini diharapkan mampu membawa dampak besar, tidak hanya bagi warga desa, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi Bolaang Mongondow dan Sulawesi Utara secara keseluruhan.***
APiK Dorong UMKM Desa Ibolian Jadi Lebih Kreatif, Produktif, dan Berdaya Saing



