Mesin Petani Jadi Target: Polisi Tangkap Satu dari Empat Pembobol Mesin Pompa Air di Rogojampi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI—Unit Reskrim Polsek Rogojampi, Polresta Banyuwangi, berhasil mengungkap jaringan pencuri dengan pemberatan (Curat) mesin pompa air yang beraksi di wilayah Rogojampi. Pengungkapan yang dilakukan dalam rangka Operasi Sikat Semeru 2025 ini menangkap satu dari empat pelaku, inisial FE (19).

Kasus ini bermula dari laporan korban, Budianto (67), Desa Karangbendo, yang kehilangan mesin penyedot air Yanmar pada Jumat malam (21/3/2025). Menurut keterangan saksi, komplotan yang terdiri dari empat orang ini beraksi dengan membongkar mesin di area sawah pada pukul 23.00 WIB. Aksi mereka terhenti setelah diteriaki warga, membuat para pelaku kabur meninggalkan barang bukti dan sepeda motor.

Kapolsek Rogojampi, Kompol Imron, S.H., M.H., menyebut bahwa pelaku FE tidak hanya mengakui perbuatannya dalam kasus ini, tetapi juga terlibat dalam beberapa kasus pencurian mesin pompa air di lokasi lainnya.

“Kami amankan sejumlah barang bukti penting, termasuk mesin pompa Yanmar, ransel berisi 18 engkol berbagai ukuran untuk membongkar mesin, dan motor yang digunakan saat kejahatan. Penyidikan masih berjalan untuk mengungkap jaringan dan memburu tiga pelaku yang masuk DPO,” jelas Kompol Imron.

Kerja keras tim membuahkan hasil dengan tertangkapnya satu tersangka, inisial FE (19), warga Karangbendo. Tiga pelaku lain telah ditetapkan sebagai DPO dan tengah diburu. Petugas berhasil mengamankan barang bukti kunci, termasuk mesin pompa air curian, ransel berisi alat-alat pembongkar, dan dua unit motor yang digunakan dalam aksi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Polsek Rogojampi. “Ini adalah hasil komitmen kami dalam Operasi Sikat Semeru 2025 untuk menindak tegas pelaku kejahatan konvensional. Terutama pencurian yang merugikan para petani, ini harus segera diberantas tuntas,” ujar Kapolresta.

“Pencurian mesin pompa air sangat merugikan petani. Ini mengganggu produktivitas mereka. Kami berkomitmen menindak tegas. Namun, kami juga mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk terus meningkatkan kewaspadaan,” pesan Kapolresta.

“Segera laporkan ke pihak kepolisian jika mengetahui adanya tindak pidana atau hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Demi keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Kapolresta, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga Kamtibmas. Sumber berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *