‎Modoinding Potato Festival 2025: Wujud Syukur dan Semangat Ekonomi Hijau dari Tanah Dingin Sulut ‎

‎Modoinding, kpksigap.com, Sabtu, 11 Oktober 2025.
‎Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Maesa Desa Mokobang, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, untuk merayakan Modoinding Potato Festival (MPF) 2025 yang mengusung tema “Modoinding Membagi Berkat.”

‎Festival tahunan yang menjadi ikon agrikultura Sulawesi Utara ini menampilkan perpaduan unik antara tradisi syukur hasil bumi, kreativitas budaya, dan promosi produk hortikultura unggulan, terutama kentang Modoinding yang telah lama dikenal hingga tingkat nasional.

‎Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA ini dibuka dengan doa bersama dan pawai kendaraan hias yang dilepas dari GMIM Imanuel Makaaruyen menuju Lapangan Maesa Desa Mokobang. Sebanyak 101 kendaraan ikut ambil bagian, terdiri atas 30 mobil hias, 66 sepeda motor, dan 5 kendaraan roda tiga, menampilkan ornamen hasil bumi, tanaman hias, dan karya kreatif masyarakat.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris BPMS GMIM, Pdt. Djefry Saisab, S.Th, sebagai ungkapan rasa terima kasih atas hasil panen yang melimpah.

‎Gubernur Sulawesi Utara melalui Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Selvie Paat, S.P., M.Si, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat masyarakat Modoinding yang terus menjaga tradisi sekaligus mendorong inovasi pertanian.

‎“Modoinding Potato Festival bukan sekadar pesta panen, tetapi simbol syukur, kerja keras, dan potensi besar sektor hortikultura Sulawesi Utara. Kami berharap festival ini menjadi momentum peningkatan ekonomi rakyat serta ajang promosi produk lokal unggulan daerah,” ujar Paat dalam sambutannya.

‎Penggagas Modoinding Potato Festival, Pdt. Wailan Posumah, M.Th, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta para tokoh agama dan masyarakaucapny.

‎“MPF adalah bukti nyata bahwa berkat Tuhan melimpah ketika masyarakat bersatu, berbagi, dan bersyukur,” ucapnya.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar berkat dukungan pengamanan gabungan dari Polres Minahasa Selatan, Polsek Modoinding, Koramil Modoinding, dan Panji Josua, di bawah kendali Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega serta Kabag Ops AKP Jose Trisko.

‎Acara resmi berakhir pada pukul 14.45 WITA, ditutup dengan pembagian hasil pertanian kepada masyarakat, sesi foto bersama, dan ramah tamah penuh sukacita.

‎(Dokumentasi terlampir menampilkan momen pawai kendaraan hias, ibadah syukur, sambutan pejabat, dan suasana kebersamaan masyarakat di Lapangan Maesa Mokobang.)

‎Modoinding Potato Festival 2025 menegaskan posisi Modoinding sebagai sentra kentang unggulan dan simbol ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai provinsi yang kaya akan potensi pertanian dan budaya yang berakar kuat pada rasa syukur serta kebersamaan..(Oby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *