Kapuas Tak Lagi Jernih Hukum Tak Lagi Bersih

Sanggau, kpksigap.com – Jejak Kalbar | 14 September 2025 Suara mesin dompeng masih meraung di Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Sanggau.

Hingga Minggu, 14 September 2025, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di RT 04 RW 02 tak juga berhenti. Pemandangan ini menampar logika publik: jika tak ada oknum yang melindungi, mengapa hukum tak berdaya menghentikan.

Di lapangan, dua nama disebut warga sebagai pengendali tambang: AV dan RL. Keduanya bukan rahasia, namun anehnya tak tersentuh hukum. Razia aparat pun hanya menjadi ritual. Mesin berhenti sebentar, lalu kembali beroperasi begitu situasi dianggap aman.

“Kalau tidak ada yang membocorkan operasi, mustahil mereka bisa selalu lolos,” kata seorang warga dengan nada getir. “Masyarakat hanya jadi penonton. Hukum seperti main sandiwara.

Sungai Kapuas kini membayar mahal. Air keruh, dasar sungai tercabik, ikan hilang, dan mata pencaharian warga perlahan musnah. Kerusakan ekologi menjadi wajah paling kasat mata, tapi yang lebih mengerikan adalah pudarnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

Pertanyaan besar pun mencuat: apakah hukum benar-benar lumpuh di Nanga Biang? Ataukah ada tangan-tangan gelap yang sengaja membiarkan mesin dompeng terus beroperasi.

Warga mendesak aparat berhenti menutup mata. Mereka meminta langkah nyata: hentikan mesin, tangkap koordinator, dan bongkar siapa pun yang berada di belakang layar. “Kalau memang tidak ada bekingan, buktikan. Sikat sampai ke akar,” tegas seorang warga.

Kenyataan bahwa hingga pertengahan September 2025 PETI masih leluasa berjalan menjadi catatan kelam penegakan hukum di Sanggau. Diamnya aparat justru memperkuat dugaan publik bahwa hukum bisa dibeli, sementara tambang ilegal kian tak tersentuh.

Kini semua mata tertuju pada aparat. Apakah berani memutus mata rantai PETI, atau tetap membiarkan hukum diperjualbelikan di tepian Kapuas.

Sumber : Masyarakat desa 

Penulis  : Rahmad Maulana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *