Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar Siap Jual Pupuk Dengan Harga Rp 230.000 Per Pasang, Asal Distributor Yang Antar Pupuk Ke Gudang Pengecer !
Pacar, Kpksigap.com – Keluhan warga masyarakat yang tergabung dalam 183 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT tentang kenaikan harga tebusan yang sangat tinggi melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, diakui oleh Yohanes Ilham Jomi (YIJ) selaku Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar.
Menyikapi pengaduan masyarakat ( Dumas ) Desa Manong, Kecamatan Pacar yang tergabung dalam Poktan Desa Manong antara lain Kelompok Tani Manong Mekar, Bea Laja , Mentari Pagi, dan Harapan Bersama di rumah Kepala Desa Manong, Marianus Ardi Karim, Sabtu malam 12 Juli 2025. Kades Ardi , demikian sapaan Kades Manong melakukan konfirmasi langsung kepada Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar melalui sambungan telepon selulernya.
Kades Manong menanyakan kebenaran informasi tentang kenaikan harga tebusan pupuk subsidi yang menurut warga Poktan Desa Manong sempat turun mendekati HET yakni Rp 230.000/ Pasang atau setara dengan Rp 115.000/sak ukuran 50 kg untuk pupuk urea dan Ponska, namun kembali naik lagi ke harga Rp 280.000/pasang atau setara dengan Rp 140.000/sak ukuran 50 kg.
Sementara harga subsidi sesuai HET hanya sebesar Rp 112.500/sak untuk jenis pupuk urea ukuran 50 kg dan pupuk Ponska ukuran 50 kg seharga Rp 115.000/sak, atau setara dengan Rp 227.500 ( Dua Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah) per pasang, atau per dua sak ukuran masing-masing 50 kg.
Yohanes Ilham Jomi selaku Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar jujur mengakui kepada Kades Manong bahwa benar dirinya menjual pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar dengan harga tebusan sebesar Rp 280.000 per pasang.
” Harga Rp 230.000 per pasang yang dituntut oleh warga masyarakat kelompok tani di Desa Manong itu benar, tetapi itu andaikan yang antar pupuk subsidi dari gudang Distributor di Labuan Bajo menuju gudang kami pengecer di Kecamatan Pacar diantar oleh Distributor. Saya berani jual pupuk subsidi dengan harga Rp 280.000 per pasang untuk menutupi kerugian akibat biaya ongkos angkut pupuk bersubsidi dari gudang distributor di Labuan Bajo ke gudang kami sebagai pengecer di Pacar. Saya mau jual Rp 230.000 per pasang asalkan pupuk bersubsidi diantar oleh distributor dari Labuan Bajo ke gudang pengecer di Pacar,” ungkap Yohan , sapaan akrab Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Sabtu malam ,12 Juli 2025.
Lebih lanjut Yohan mengingatkan Kades Manong jika dirinya dipenjara karena menjual pupuk bersubsidi melampaui HET maka ia juga mendesak agar semua pengecer diproses hukum dan masuk penjara. Sebab menurutnya , bukan hanya dirinya yang menjual pupuk bersubsidi melampaui HET. Yohan berani menyebut jika di kecamatan lain di Kabupaten Manggarai Barat juga menjual pupuk bersubsidi melampaui HET. Ia menyebut Kecamatan Kuwus , Ndoso, Lembor, Macang Pacar, Boleng juga menjual pupuk bersubsidi melampaui HET.
” Silahkan lapor saya di Kapolsek atau Kapolres Manggarai Barat di Labuan Bajo malam ini atau besok. Saya siap dihukum dan masuk penjara, tapi ingat, bukan hanya saya yang telah menjual pupuk bersubsidi di atas HET. Kecamatan lain juga jual pupuk subsidi hingga Rp 280.000, kenapa hanya saya yang di proses hukum dan di penjara ?,” tegasnya .
Mendengar pengakuan lisan secara langsung dari Yohan melalui sambungan telepon selulernya, Kades Manong menegaskan bahwa sebagai Pemerintah Desa dirinya wajib menyampaikan keluhan warga Desa Manong kepada Pengecer Pupuk Subsidi terkait kenaikan harga tebusan pupuk subsidi guna mendapatkan solusi terbaik.
” Adik, saya sebagai Pemerintah Desa Manong adalah penyambung lidah dari warga masyarakat yang mengadu dan mengeluhkan soal naiknya harga pupuk subsidi yang sebelumnya sempat turun mendekati HET yakni Rp 230.000 tapi kini naik lagi.Kalau memang engkau mempertahan harga Rp 280.000 per pasang maka saya tidak perlu lagi ke tempat Bapakmu yang menjual pupuk dengan harga Rp 280.000 per pasang sesuai pengaduan langsung dari warga masyarakat kelompok tani yang saat ini ada di rumah saya bersama Kapolsek Kecamatan Macang Pacar,” tutur Kades Manong disaksikan Kapolsek Kecamatan Macang Pacar, Petrus Belaskasihan, dan sejumlah ketua dan anggota kelompok tani penerima pupuk subsidi di Desa Manong.
Sebelumnya , Kades Manong bersama Kapolsek Kecamatan Macang Pacar bersama perwakilan Kelompok Tani berencana mendatangi rumah kediaman Orangtua Kandung Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar yakni Hermanus Jomi atau Baba Holing untuk memastikan kebenaran informasi kenaikan harga tebusan pupuk subsidi di Kecamatan Pacar dari Rp 230.000 per pasang ke Rp 280.000/pasang. Namun niat ini batal dilaksanakan karena sudah mendengar langsung pengakuan dari Yohanes Ilham Jomi selaku Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar tentang kenaikan harga tebusan pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar dengan alasan untuk menutupi kerugian akibat ongkos angkut dari Gudang Distributor di lini 3 di Ibukota Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo menuju lini 4 di gudang pengecer di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, termasuk ke gudang pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar.
Warga masyarakat kelompok tani penerima pupuk subsidi di Desa Manong Kecamatan Pacar mengakui. Bahwa harga pupuk subsidi sempat turun mendekati HET yakni Rp 230.000 per pasang tidak terjadi begitu saja. Harga sempat turun karena ada perjuangan dari Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur ( LMI NTT) dan Media KPK-SIGAP yang turun ke Kecamatan Pacar menemui warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani, seraya mensosialisasikan harga tebusan pupuk bersubsidi sesuai HET.
” Setelah LSM dan Media datang ke Kecamatan Pacar dan wawancara para petani penerima pupuk subsidi, harga pupuk sempat turun , Pengecer tolerir harga hingga Rp 230.000 per pasang pada awal hingga pertengahan Juni 2025. Dari pertengahan Juni hingga sekarang naik lagi, ” ungkap Yohanes Robi Jehadi Ketua Kelompok Tani Harapan Bersama, diamini oleh Marselinus Raimon Ketua Kelompok Tani Bea Laja, serta Benidiktus Enggot selaku anggota Kelompok Tani Manong Mekar.
Sebelum turun ke harga Rp 230.000 per pasang, harga tebusan pupuk bersubsidi di gudang pengecer di Kecamatan Pacar menurut pengakuan petani adalah sebesar Rp 320.000 per pasang untuk tahun 2023. Harga ini naik lagi menjadi Rp 330.000 per pasang hingga awal 2025.
Diawal tahun 2025, Yohan sudah pernah membuat surat pernyataan bermeterai untuk meyakinkan Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, CV.Harum Jaya jika dirinya berkomitmen untuk menjual pupuk bersubsidi sesuai HET.
Pernyataan yang sama juga dibuat oleh Yohanes Ilham Jomi selaku Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat, 4 Juni 2025. Bedanya , surat pernyataan awal Januari 2025 ditanda tangani hanya okeh Yohan sendiri. Sedangkan surat pernyataan bermeterai 4 Juni 2025 ikut ditanda tangani oleh Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Flores di Labuan Bajo, Perwakilan CV. Harum Jaya selalu Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, Camat Pacar oleh Sekcam Pacar, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pacar, Beny Mursono, Perwakilan Kelompok Tani Dangka Desa Compang, Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat.
Kedua surat pernyataan ini dilanggar sendiri oleh Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar.
Dalam surat pernyataan 4 Juni 2025, Pengecer bersedia menjual pupuk bersubsidi sesuai HET, dan apabila kedapatan menjual pupuk bersubsidi di atas HET, dirinya menyatakan bersedia diproses hukum dengan segala akibatnya termasuk ijin sebagai pengecer dicabut.***
KPK SIGAP Red
Editor mursyidi
Reporter Adrianus Jehamat.




