Gegap Gempita Gandrung Sewu 2025, Ribuan Penari Muda Mulai Beradu Talenta Dari Desa Hingga Ke Kota

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Banyuwangi – Gema festival budaya Banyuwangi kembali menggema lewat Gandrung Sewu 2025, yang secara resmi memulai seleksi penari pada Sabtu (19/7/2025). Ribuan peserta yang sebagian besar adalah pelajar hingga warga umum memadati lokasi-lokasi seleksi di sembilan titik berbeda.

 

Ajang tahunan ini menjadi kebanggaan masyarakat karena terus masuk dalam daftar festival budaya Banyuwangi yang dikurasi oleh Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Tahun ini, Gandrung Sewu mengangkat tema “Selendang, Sang Gandrung”, yang menurut Suko Prayitno, Ketua Patih Senawangi, merupakan simbol dari perjalanan panjang Gandrung dari akar tradisi menjadi atraksi budaya nasional.

 

“Selendang itu menggambarkan perjalanan panjang. Tema ini menceritakan bagaimana Gandrung Sewu bisa menjadi pertunjukan yang masif dan ikonik seperti saat ini,” jelasnya.

 

Seleksi hari pertama dimulai di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru, dengan ratusan peserta tampil di hadapan juri. Sementara itu, hari kedua yang digelar di SMAN 1 Gambiran diikuti oleh sekitar 700 peserta dari empat kecamatan. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang membludak.

 

Nayla Setya Kirana Dzakiyah, siswi SMKN Kalibaru, menjadi salah satu yang lolos seleksi. “Alhamdulillah sudah ke-3 kalinya lolos mengikuti Gandrung Sewu. Mudah-mudahan selama berproses nanti diberikan kelancaran,” ucapnya dengan bangga.

 

Di antara para peserta yang berulang kali mengikuti seleksi, Chintia Veny mencatat rekor pribadi. “Bahagia banget sudah 5 kali bisa berproses di Gandrung Sewu. Harapan saya bisa terus mengembangkan skill menari saya,” ujar siswi asal Tegalsari ini.

 

Peserta lainnya, Erlan Ayu Vita Apriliani dari SMAN 1 Genteng, mengaku bangga menjadi bagian dari pelestarian budaya. “Alasan saya mengikuti Gandrung Sewu ini salah satunya bentuk pelestarian seni budaya yang dimiliki Banyuwangi,” ungkap Vita.

 

Para peserta yang lolos akan menjalani latihan serius sebelum tampil di puncak acara Oktober mendatang. Tujuannya adalah menampilkan kolaborasi yang megah dan serempak dari ratusan penari yang tersebar dari pelosok Banyuwangi.

 

Bersama Banyuwangi Ethno Carnival, Gandrung Sewu menjadi bagian tetap dari Karisma Event Nusantara sejak 2022. Ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya lokal mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sumber Berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *