Madiun,”kpk-sigap.com // – Berkat kekompakan dan kebersamaan menangani kebersihan lingkungan, Desa Tiron, Kecamatan Madiun akhirnya berhasil meraih prestasi membanggakan. Yakni, menerima penghargaan sebagai Desa Berseri (bersih dan lestari) tingkat madya Kabupaten Madiun. Penghargaan yang diserahkan oleh Bpk Bupati H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak, pada Selasa, 10 Juni 2025 pada Apel Bersama memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Lapangan Desa Dagangan, itu kian meningkatkan komitmen pemdes dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Tiron Bpk Kristiyan Antarriksa mengatakan, peran penting dari kader lingkungan di masing-masing bank sampah sangatlah penting, yakni Bank Sampah Unit Tiron Maju Asri 1 Dusun Jogobayan, BSU 2 Dusun Kuwek, BSU 3 Dusun Tiron dan BSU 4 Dusun Nglegok. Apalagi, desa juga berencana akan membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Dan Recycle (TPS3R). ’’Harapan kami, penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga memberikan semangat kepada seluruh warga Desa Tiron untuk terus bekerja sama dalam menjaga lingkungan dan merubah mindset kita semua untuk lebih peduli lingkungan (green mindset) beyond clean and green’’ paparnya.
Tentu, berkat menyandang status Desa Berseri Madya, pemdes akan terus berupaya menuju Desa Berseri Mandiri dan Desa Proklim. Terlebih, program Berseri ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan desa dan kelurahan yang bersih dan lestari atau ramah lingkungan.
’’Program ini juga untuk mendorong kesadaran diri dengan melibatkan semua pihak. Mulai dari perangkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat. Sehingga ada kebijakan peduli lingkungan dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam,’’ imbuh Kades Tiron yang tahun 2024 mendapatkan penghargaan Desa Berseri Pratama dan Tahun ini juga memenangkan Lomba Bank Sampah. Dia mengungkapkan, pencapaian menjadi Desa Berseri Madya tahun ini membutuhkan upaya ekstra dalam mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama kebersihan.
Kendati demikian, pemdes tidak akan berhenti memberikan edukasi kepada masyarakat agar kebersihan dan kelestarian lingkungan di desa tetap terjaga. Sekaligus berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menjaga kebersihan. ’’Memang tingkat kesulitannya saat memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya sekaligus memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Ini yang harus perlahan kita bentuk agar warga (sadar) berbudaya lingkungan,’’ tandasnya.
KPKsigap – RED – Ronny




