Warga Klatak Banyuwangi Tolak Pembangunan Tower SUTET di Banyuwangi, Lurah dan Camat Kalipuro Klaim Sudah Sosialisasi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Puluhan warga masyarakat RT 05 RW 01, Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menolak rencana pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pada, Selasa (20/5/2025) mereka memasang banner penolakan tepat di lokasi yang akan dibangun tower SUTET. Penolakan mencuat setelah warga mengetahui ada pemasangan tanda di atas lahan yang akan dibangun tower SUTET, tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

Warga mengaku terkejut lantaran tidak pernah diajak berdiskusi maupun diberikan informasi mengenai proyek tersebut. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Wahid Mulyadi, 45, mengatakan, rencana pembangunan SUTET sangat meresahkan karena lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga.

”Kami merasa keberatan karena terlalu mepet dengan rumah warga. Selain itu, tidak ada sosialisasi sama sekali kepada masyarakat. Yang diajak bicara hanya pemilik lahan dan RT, padahal yang terdampak langsung adalah warga sekitar,” ungkap Wahid.

Menurut pria yang pernah menjadi ketua RT itu, pemilik lahan tempat SUTET akan dibangun bukan warga Lingkungan Klatakan. Hal ini semakin memicu kekhawatiran karena keputusan dilakukan tanpa mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat setempat.

Warga berusaha meminta klarifikasi kepada ketua RT setempat dan lurah Klatak. Sayangnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai rencana pembangunan tersebut maupun alasan tidak adanya sosialisasi.

”Saya bertanya ke kelurahan, kabarnya sudah deal. Pemilik tanah dan Pak RT sudah diundang dua kali di kantor kelurahan dan di kecamatan,” tegas Wahid.

Merasa tak mendapat jawaban pasti, sekitar 78 warga, Selasa (20/5) berkumpul dan membuat surat pernyataan penolakan. Surat penolakan ditujukan kepada Lurah Klatak, Camat Kalipuro, Bupati Banyuwangi, serta pihak PLN sebagai pelaksana proyek.

”Kami tidak menolak adanya pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Tapi, tolong diperjelas bagaimana rencana pembangunan karena akan berdampak kepada kami. Di sini ada sekitar 155 KK dan yang paling dekat dengan SUTET sekitar 40 KK,” tegasnya.

Ketua RT 05, Lingkungan Klatakan, Misjo membenarkan belum ada sosialisasi kepada warga terkait rencana pembangunan SUTET di lingkungannya. Meskipun sudah ada patok yang menjadi penanda bahwa akan dibangun SUTET di tanah tersebut.

”Saya hanya dipanggil saja oleh Pak Lurah, bahwa mau ada undangan dari PLN yang akan membangun (SUTET). Sudah seminggu lalu dikabari,” pungkasnya.

Kepala Kelurahan Klatak Ali Murtadlo angkat bicara terkait rencana pembangunan tower SUTET. Dia mengaku sudah menyampaikan sosialisasi kepada warga terkait dengan rencana pembangunan SUTET di Lingkungan Klatakan.

Ali mengaku hanya bertugas sebagai fasilitator yang menghubungkan antara PLN dengan pemilik tanah dan warga. Pertemuan terkait rencana pembangunan tower sudah dilakukan dua kali, yaitu di kantor Kelurahan Klatak dan Kecamatan Kalipuro.

Tak hanya warga Klatak, pertemuan itu juga dihadiri warga lain yang dilewati landing point PLN seperti Kalipuro dan Bulusan. ”Perwakilan PLN ada yang datang. Kami bantu bertemu dengan masyarakat dan pemilik lokasi, saat pertemuan juga ada petugas dari kejaksaan dan polsek, termasuk warga,” ungkap Ali.

Dikatakan Ali, sudah ada beberapa tahapan yang dilakukan PLN, termasuk pembayaran antara PLN dan lembaga penaksir harga dan pemilik lahan sudah beres. ”Yang tahu persis siapa yang diundang, ya PLN. Waktu pertemuan saya wakilkan ke staf saya yang hadir. Semua diundang,” jelasnya.

Camat Kalipuro Astorik menambahkan, PLN selama ini selalu melakukan sosialisasi. Apalagi, jika proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

”Wajib hukumnya mengundang, Selama ini PLN mau membangun GITET dan PLTS selalu mengabari. Mungkin setelah ini ada jadwal sosialisasi. Kalau warga menolak bisa berbicara dalam kesempatan itu. Jika ada kendala, bisa disampaikan dalam forum sosialisasi nanti,” tegasnya. Sumber Berita: (Red Jas Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *