Ketua MPC Pemuda Pancasila Pemalang Desak Pemda Segera Tangani Jalan Longsor di Le mbah Gemantung

Pemalang, kpksigap.com — Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, menyuarakan keprihatinan mendalam atas kerusakan parah jalan penghubung Desa Semingkir menuju Kecamatan Watukumpul yang longsor sejak Januari 2025. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Kunjungan Aris pada Minggu (18/5/2025) ke lokasi longsor di ruas jalan Desa Wisnu, tepatnya di kawasan Lembah Gemantung, membuka matanya akan parahnya kondisi infrastruktur tersebut.

“Saya selama ini hanya melihat dari media sosial. Tapi saat melihat langsung, ternyata jauh lebih parah. Ini jalur vital untuk aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah dan distribusi logistik. Sangat disayangkan jika dibiarkan lebih lama,” ujar Aris usai menghadiri acara pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Watukumpul.

Longsor yang terjadi pada Senin malam, 21 Januari 2025, telah melumpuhkan akses utama keluar-masuk Kecamatan Watukumpul. Bahkan, sebanyak 15 desa terdampak langsung akibat terputusnya jalur tersebut, sehingga mobilitas masyarakat terhambat total.

Melihat dampak yang semakin meluas, Aris Ismail mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang agar segera mengambil langkah cepat dan konkret. Ia menegaskan, Pemuda Pancasila siap membantu secara gotong royong, namun peran utama tetap berada di tangan pemerintah.

“Kami minta Pemda tidak menunda. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban keterlambatan. Kami siap mendukung perbaikan, tapi langkah nyata harus segera dimulai,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pemalang terkait jadwal maupun rencana teknis perbaikan jalan di Lembah Gemantung. Warga berharap suara dari tokoh masyarakat seperti Aris Ismail dapat mempercepat perhatian dan aksi dari pihak berwenang.

KPK-SIGAP Red Nurcholis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *