Seorang warga asal Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur yang mengalami keterlantaran di Bali akhirnya dipulangkan hari ini Rabu ( 26/3/2025) dengan pendampingan dari tim Rumah Singgah Kebaikan Bali.
Sebelumnya, warga tersebut mengalami berbagai permasalahan hingga sempat melakukan tindakan di luar akal sehat, yang berujung pada penahanan di salah satu polsek di Bali. Selain itu, ia juga pernah mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga sebuah kos-kosan.
Pemulangan ini terlaksana berkat koordinasi antara anggota DPRD Kabupaten Sikka, Fransiskan Stefanus Say, dengan pengurus Rumah Singgah Kebaikan Bali. Ketua Yayasan Rumah Kebaikan, Mas Aby Aryo, membenarkan hal tersebut melalui pesan WhatsApp yang diterima media di Maumere.
“Kami memastikan pendampingan penuh bagi warga yang bersangkutan agar bisa kembali dengan selamat ke kampung halamannya,” ujar Mas Aby Aryo.
Keberadaan Rumah Singgah Kebaikan di Bali menjadi harapan bagi warga NTT yang mengalami keterlantaran atau permasalahan sosial di perantauan. Tim mereka kerap memberikan pendampingan dan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, warga asal Sikka tersebut telah dalam perjalanan pulang dan diharapkan bisa mendapatkan dukungan lebih lanjut dari pihak keluarga serta pemerintah setempat.
*Kefamenanu, KPK sigap* – Agenda penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Timor Tengah Utara terhambat. Terlapor Kristoforus […]
POLIPREUNER: SAAT PARPOL MEMBANGUN KEKUATAN EKONOMI DAN MENGAKHIRI POLITIK “AMPLop” Oleh : H. Dondik AS, SH.MH,CLE,Cht Politik modern memasuki babak baru. Partai politik tidak cukup […]
Agam Sumbar KPK sigap- Diskusikan tentang peran generasi muda dalam demokrasi, Bawaslu Kabupaten Agam kembali adakan kegiatan ‘Kelas Demokrasi’ di SMA N 2 Lubuk Basung, […]