SPBU Ella Hilir Kabupaten Melawi Diduga “Bermain” dengan BBM Subsidi: Abaikan Aturan Barcode Pertamina

Kabupaten Melawi,kpksigap.com – Aroma penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyeruak di SPBU Ella Hilir, Kabupaten Melawi.

SPBU dengan nomor registrasi 65.785.004 ini diduga terlibat praktik yang merugikan masyarakat. Pasalnya, SPBU ini diketahui tidak menerapkan sistem barcode yang diwajibkan oleh Pertamina.

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya transaksi pengisian BBM yang tidak transparan. Selain melayani kendaraan biasa, SPBU ini juga terlihat melayani konsumen dengan jeriken tanpa prosedur ketat, membuka peluang penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami mendapati pengisian BBM dilakukan secara manual tanpa mematuhi aturan barcode. Ini jelas mencurigakan dan mengarah pada penyelewengan,” ungkap salah satu awak media yang melakukan investigasi langsung di lokasi.

Mengabaikan Aturan, Mencederai Masyarakat

Pertamina telah menetapkan sistem barcode sebagai syarat utama pembelian BBM bersubsidi.

Kebijakan ini bertujuan memastikan distribusi tepat sasaran dan meminimalisasi penyalahgunaan. Namun, SPBU Ella Hilir justru diduga “bermain” dengan mengabaikan aturan tersebut.

“Kami menduga kuat SPBU ini memanfaatkan celah dengan sengaja tidak menggunakan sistem barcode untuk menjual BBM secara tidak wajar, baik kepada pengecer ilegal maupun pihak-pihak tertentu.

Ini sangat mencederai hak masyarakat kecil yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi,” tegas perwakilan media.

Ancaman Sanksi Berat

Pertamina sebelumnya telah menegaskan bahwa SPBU yang melanggar aturan barcode akan dikenakan sanksi berat, mulai dari teguran keras hingga penghentian suplai BBM.

Namun, hingga berita ini diturunkan, SPBU Ella Hilir belum terlihat menerima tindakan tegas apa pun. Hal ini memicu spekulasi adanya pembiaran atau lemahnya pengawasan di wilayah tersebut.

“Kami akan segera menyurati dan mengadakan audiensi dengan Pertamina Region IV Wilayah Pontianak untuk meminta penjelasan dan mendesak pemberian sanksi tegas.

Kalau ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM bersubsidi akan hancur,” tambah perwakilan redaksi media.

Suara Masyarakat: “Jangan Main-Main dengan Hak Kami”

Warga sekitar yang merasa dirugikan mengaku geram dengan dugaan penyalahgunaan ini. Mereka menuntut Pertamina dan pemerintah turun tangan.

“Kalau benar SPBU ini main belakang, itu artinya mereka merampas hak kami. BBM subsidi seharusnya untuk masyarakat kecil, bukan untuk pihak yang hanya mencari keuntungan besar.

Kami minta segera ditindak!” tegas seorang warga Ella Hilir dengan nada emosional.

Tunggu Langkah Pertamina

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Indonesia. Jika tidak segera ditangani, praktik seperti ini dikhawatirkan akan meluas dan merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Publik kini menunggu sikap tegas Pertamina dan aparat terkait. Akankah dugaan penyalahgunaan di SPBU Ella Hilir ini segera diusut tuntas, atau justru akan berakhir tanpa kejelasan? Waktu yang akan menjawab.( Tim/Red) 

Penulis : Rahmad Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *