Wabah PMK Ancam Peternak Desa Tumpuk Kecamatan Sawo Kabupaten Ponorogo, Harga Sapi Merosot Drastis

Ponorogo, kpksigap.com Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi menimbulkan keresahan di kalangan petani dan peternak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Penurunan harga sapi di pasaran menjadi masalah utama yang dihadapi mereka.

Imam Sulardi, seorang peternak sekaligus Kepala Desa Tumpuk, Kecamatan Sawo, mengungkapkan kegelisahannya terkait anjloknya harga sapi. Dia mengatakan, banyak petani lain yang juga merasakan dampak serupa.

Penurunan harga sapi di pasaran menjadi masalah utama yang dihadapi mereka.

“Ya petani agak gelisah karena harga melorot, pasaran tidak menentu, ya merugikan petani cukup luar biasa,” ujarnya saat ditemui di kandang sapinya pada Sabtu (11/01/2025).

Sebagian besar petani di desa tumpuk juga merupakan pemelihara sapi. Menurut Imam, rata-rata harga sapi mengalami penurunan yang signifikan akibat wabah PMK. “Ya hampir 2 sampai 3 jutaan (rupiah), apalagi kalau sudah kena PMK, ya enggak ada harganya,” tambahnya.

Menyikapi situasi ini, Imam menyambut baik program vaksinasi dan memberi ternaknya jamu herbal yang dibuat khusus. Hal ini untuk mencegah agar sapinya tidak tertular PMK.

Ramuan tersebut berupa kunyit, jahe, temulawak dan gula merah. Tak susah untuk membuatnya

Untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku yang sekarang lagi menyebar sehingga untuk pencegahan saya memberi jamu tradisional,” ujar Imam kepada kpk-sigap, Sabtu (11/01/2025).

Ramuan itu diyakini dapat menambah stamina dan daya tahan tubuh sapi. Ramuan tersebut diberikan ke sapi seminggu sekali.ujarnya

Selain memberikan ramuan jamu tradisional, Imam juga rutin menyemprotkan disinfektan ke kandang dan menjaga kebersihan kandang sapinya. Ikhtiar ini diharap mampu memutus penularan PMK di Desa Tumpuk Kecamatan Sawo Kabupaten Ponorogo.

KPKsigap – RED – Ronny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *