YAKKUM Emergency Unit Gandeng FREN Latih Perempuan Hoder Sikka Ambil Peran Dalam Aksi Antisipasi Wujudkan Ketangguhan Ancaman Kekeringan

Maumere, Sikka, kpksigap.com,-

YAKKUM Emergency Unit ( YEU) bekerjasama dengan Yayasan Flores Children Development ( FREN) mengadakan pelatihan bertajuk ” Aksi Antisipasi dan Aksi Iklim Untuk Membangun Ketangguhan Yang Dipimpin Oleh Perempuan. “

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari (10-14/12/2024) bertempat di Desa Hoder Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka Flores NTT ini diikuti 25 peserta yang terdiri dari kelompok perempuan, pemerintah Desa, BPD, Forum PRB, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, FPPRB Kabupaten Sikka, PPL Kecamatan Waigete, Pendamping Kecamatan Waigete dan BMKG.

Anastasia Sita Pratitha, Staf Sekretariat Informasi dan Komunikasi YEU dalam rilisnya menyatakan pelatihan ini mau mengajak kelompok perempuan tani dan tenun untuk memahami risiko bencana, membangun sistem peringatan dini dan melakukan aksi antisipasi menghadapi ancaman kekeringan.

Sebagai Unit Kerja YAKKUM lanjut Sita YEU terus berkomitmen membangun ketangguhan masyarakat  proyek ” Aksi Antisipasi dan Aksi Iklim yang didukung GNDR dan Diakonie Katastrophenhilfe ( DKH) ini melibatkan 4 lembaga lokal untuk mendampingi 5 kelompok perempuan di Sikka, Pekalongan, Ambon dan Nias.

“Metode pelatihan dirancang interaktif melalui diskusi kelompok dan berbagi pengalaman perempuan dalam menghadapi kekeringan. Pelatihan ini tidak hanya membekali perempuan dengan keterampilan baru tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai penggerak ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, “ungkap Sita.

Sementara Project Coordinator Yayasan FREN Maria M. Pelapadi kepada kpksigap. com mengakui melalui pelatihan ini memberikan wawasan kepada peserta (  perempuan dan laki-laki) bahwa perempuan dalam penanggulangan bencana sangatlah strategis.

“Perempuan mengetahui secara baik tentang dampak yang timbul akibat bencana terutama dari aspek manusia, sosial, ekonomi, dan tentunya tahu untuk mengatasi, ” terang Maria.

Maria lebih lanjut mengatakan walaupun dengan budaya patriarki mempengaruhi perempuan dalam berperan maupun bersuara. Dengan pelatihan ini meningkatkan kesadaran bahwa semua pihak termasuk kelompok rentan ( anak, disabilitas, ibu hamil, lansia, orang dengan penyakit menahun) mempunyai peran dalam upaya penanggulangan bencana termasuk melakukan tindakan antisipasi untuk mengurangi dampak kemanusiaan dan biaya yang digunakan untuk merespon serta bantuan yang diberikan lebih bermartabat.

“Diharapkan melalui program Aksi Antisipasi perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi pelopor dan penggerak membangun ketangguhan masyarakat, “pinta Maria.

Pelatihan ini dibuka oleh Plt. Kepala BPBD Kabupaten Sikka Johanes BC. Putu Botha. Dalam sambutannya Putu menyampaikan harapan agar Mama- Mama yang hadir bisa memahami betul isi pelatihan ini dan mampu mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari. Putu juga pada kesempatan itu memaparkan terkait strategi pencegahan resiko ancaman kekeringan di Kabupaten Sikka.

Sedangkan Kepala BMKG Kabupaten Sikka Ota Welly Jenni Thalo hadir sebagai narasumber untuk memperkuat pemahaman peserta tentang peringatan dini.

(KPKsigap – RED – Sikka- Yuven Fernandez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *