Tutup Bulan Syuro, Gajah Purwo Nusantara Gelar Doa Lintas Agama dan Wayang Kulit di Alas Purwo

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN) bersiap menggelar kegiatan Doa Lintas Agama dan Pagelaran Wayang Kulit di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Agenda budaya dan spiritual yang menjadi kalender tahunan organisasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 10 dan 11 Juli 2026.

 

Acara berskala nasional ini rencananya akan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Banyuwangi, tokoh masyarakat, serta ratusan guru spiritual dari berbagai penjuru Nusantara.

 

Gotong Royong dan Gladi Bersih

Sebagai bentuk persiapan matang, jajaran pengurus dan anggota GPN menggelar kerja bakti massal serta gladi bersih di area sekitar mushola yang menjadi pusat lokasi acara, Minggu (5/7/2026).

 

Ketua DPC Gajah Purwo Nusantara Banyuwangi, Gus Dion, menyatakan bahwa aksi resik-resik lingkungan ini merupakan cerminan dari semangat kebersamaan dan kerukunan antar-anggota.

 

“Hari ini kami mengadakan kegiatan gladi bersih serta kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar mushola tempat acara nanti. Ini adalah wujud kebersamaan dan gotong royong agar seluruh rangkaian acara berjalan khidmat dan lancar,” ujar Gus Dion, Minggu (5/7/2026).

 

Merawat Tradisi, Menjaga Kelestarian Alam

 

Gus Dion menambahkan, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar seremonial penutupan bulan Syuro. Lebih dari itu, acara ini mengusung misi besar untuk merekatkan kembali hubungan antar-umat beragama sekaligus melestarikan warisan leluhur.

 

“Kami sebagai generasi penerus hendaknya tetap bersama-sama menjaga alam sekitar. Melalui pagelaran budaya wayang kulit ini, kami ingin mengingatkan pentingnya sikap eling (ingat) dan waspada. Hal itu kami wujudkan lewat doa bersama lintas agama di Taman Nasional Alas Purwo,” lanjutnya.

 

Melalui momentum ini, segenap panitia dan keluarga besar Yayasan Gajah Purwo Nusantara mengajak masyarakat luas untuk hadir dan menyukseskan acara tersebut.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi wujud nyata dharma bakti generasi masa kini dalam merawat warisan leluhur, sekaligus menyatukan hati demi mendoakan kelestarian alam agar tetap terjaga hingga anak cucu nanti. Sumber berita: (Red Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *