KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
PARE, KEDIRI – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan malam Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Pawone Yayasan Gajah Purwo Nusantara menggelar pesta rakyat yang meriah di Desa Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Acara yang memadukan aksi sosial dan pelestarian budaya ini sukses menyedot perhatian ratusan warga setempat. Sejak sore hari, suasana di lokasi acara sudah tampak ramai. Yayasan Gajah Purwo Nusantara menyulap kawasan tersebut menjadi ruang pesta rakyat yang hangat dan inklusif.
Kuliner Gratis untuk Warga
Salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini adalah penyediaan makan dan minum gratis bagi seluruh masyarakat yang hadir.
Berbagai menu hidangan tradisional disajikan hangat oleh tim “Pawone” (dapur) yayasan.
“Kegiatan makan gratis ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas pergantian tahun, sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga tanpa memandang latar belakang,” ujar salah satu pengurus Yayasan Gajah Purwo Nusantara.
Panggung Seni dan Pameran Budaya
Tidak hanya memanjakan lidah, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni dan budaya yang memukau. Panggung utama menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Jawa Timur, mulai dari tarian daerah, musik karawitan, hingga orasi budaya yang sarat akan makna filosofi malam Satu Suro.
Selain pertunjukan di panggung, yayasan juga menggelar pameran mini yang memajang berbagai benda seni dan atribut kebudayaan. Pameran ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda di Desa Pare agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Simbol Refleksi dan Kebersamaan
Malam Satu Suro dikenal sebagai momen yang sakral bagi masyarakat Jawa untuk melakukan refleksi diri (muhasabah).
Melalui kolaborasi antara nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal, Yayasan Gajah Purwo Nusantara berharap kegiatan ini dapat membawa berkah, kedamaian, dan semangat baru bagi masyarakat Kediri dalam memasuki tahun yang baru.
Acara pun berlangsung khidmat namun tetap meriah, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan kedamaian seluruh warga desa. Sumber berita: (Red Kurnia)




