Banyuwangi Bersholawat: Ribuan Jemaah Padati Ponpes Ummul Quro Glenmore Bersama Habib Ali

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Gema sholawat dan lantunan doa membumi di Kecamatan Glenmore. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Banyuwangi tampak memadati halaman Masjid Pondok Pesantren Ummul Quro yang beralamat di Jalan Wadungpal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Kehadiran massa yang luar biasa ini tak lain untuk menghadiri acara “Ummul Quro Bersholawat” yang menghadirkan ulama karismatik asal Situbondo, Habib Ali bin Assegaf.

 

Sejak sore hari, arus jemaah yang didominasi oleh pakaian putih-putih—baik santri, wali santri, maupun masyarakat umum—sudah mulai mengalir memadati area pondok pesantren. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Wadungpal pun tampak padat namun tetap tertib berkat penjagaan ketat dari pihak Banser, panitia lokal, dan aparat keamanan setempat.

 

Lantunan Sholawat yang Menggetarkan Hati

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro. Suasana spiritual semakin kental saat Habib Ali naik ke atas panggung utama. Begitu tabuhan rebana hadrah dimulai, ribuan jemaah langsung serentak mengibarkan bendera syekhermania dan bendera NU yang mereka bawa.

 

Dalam ceramah dan untaian tausiyahnya, Habib Ali dari Situbondo menekankan pentingnya menjaga mahabbah (rasa cinta) kepada Nabi Muhammad \text{SAW} di tengah tantangan zaman modern.

 

“Berkumpulnya kita di tempat mulia ini, di pondok pesantren ini, adalah bukti cinta kita kepada Baginda Rasulullah. Semoga sholawat yang kita lantunkan malam ini menjadi syafaat kelak di hari akhir, serta membawa keberkahan dan kedamaian untuk bumi Banyuwangi, khususnya wilayah Glenmore,” tutur Habib Ali di hadapan ribuan jemaah yang menyimak dengan khusyuk.

 

Simbol Pemersatu Umat

 

Tidak hanya dihadiri oleh tokoh agama, acara ini juga dihadiri oleh jajaran umara (pemerintah daerah), tokoh masyarakat setempat, serta kepala desa Tulungrejo. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti sholawatan merupakan pilar penting dalam mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas warga.

 

Salah satu jemaah asal Kalibaru, Ahmad, mengaku rela datang sejak ashar demi bisa mendapat tempat di barisan depan.

 

“Kami rindu dengan majelis ilmu dan sholawat seperti ini. Apalagi dipimpin langsung oleh Habib Ali dari Situbondo. Rasanya adem di hati, mas,” ungkapnya.

 

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Habib Ali, memohon keselamatan bangsa, keberkahan bagi pengasuh dan santri Ponpes Ummul Quro, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi. Jemaah pun membubarkan diri dengan tertib menjelang tengah malam, membawa pulang ketenteraman hati. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *