PANJANG UMUR PERJUANGAN, LAWAN SEMUA BENTUK KEDZALIMAN
Oleh
M.Rahmat, Reporter KPK Sigap Jabar
kpksigap.com Tasikmalaya, 14 Mei 2026
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, hari ini kita berdiri di titik yang sama. Titik di mana diam bukan lagi pilihan. Kedzaliman tidak pernah memilih-milih korbannya. Ia bisa datang dalam bentuk kekerasan, kebijakan yang menindas rakyat kecil, pengekangan suara kritis, korupsi yang merampok masa depan, hingga pembungkaman atas kebebasan berpendapat.
Kedzaliman adalah kedzaliman. Tidak peduli siapa pelakunya, tidak peduli alasan yang dibungkusnya, tidak peduli apakah ia memakai baju kekuasaan, uang, atau dalih agama. Jika satu orang ditindas secara tidak adil, maka semua yang mengaku manusia harus merasa terganggu.
Maka kami nyatakan:
1. Menolak segala bentuk penindasan terhadap rakyat, baik oleh negara, korporasi, maupun kelompok manapun yang merasa berkuasa di atas hukum dan nurani.
2. Membela hak setiap warga untuk hidup aman, bersuara bebas, dan mendapatkan keadilan tanpa tebang pilih.
3. Mendesak pertanggungjawaban atas setiap tindakan dzalim yang merusak kehidupan, merampas hak, dan menghancurkan kepercayaan publik.
4. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melampaui sekat suku, agama, dan golongan. Musuh kita bukan sesama rakyat, melainkan sistem dan praktik yang memelihara ketidakadilan.
Sejarah membuktikan, perubahan besar lahir ketika orang biasa menolak untuk takut. Ketika petani, buruh, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pekerja memilih berdiri tegak dan berkata; cukup.
Kami tidak meminta izin untuk berkeadilan. Kami tidak meminta waktu untuk melawan ketidakadilan.
Karena melawan kedzaliman adalah kewajiban setiap orang yang masih punya nurani.
Hari ini, kami bersuara. Besok, kami akan terus bersuara. Sampai tidak ada lagi satu pun manusia di negeri ini yang diperlakukan tidak adil.
Lawan semua bentuk kedzaliman, sekarang dan seterusnya.***




