AKAL OPLOSAN MENGGEROGOTI BARISAN

AKAL OPLOSAN MENGGEROGOTI BARISAN

kpksigap.com Tasikmalaya, 02 Mei 2026.

Intelektualitas oplosan itu semakin kehilangan akal. Kalimat ini bukan sekadar umpatan, tapi diagnosis. Ia menggaruk-garuk bekas luka bangsa yang tak kunjung sembuh, justru semakin bernanah. Seperti kata pepatah: air beriak tanda tak dalam. Banyak bicara, miskin isi. Banyak gaduh, kosong makna.

Barisan yang Retak
Dalam perjuangan, niat dan cita-cita adalah kompas. Selama keduanya masih bersatu, barisan akan tertib melangkah. Tapi ketika niat berselisih dengan cita-cita, yang terjadi adalah pengkhianatan yang keluar dari barisan bukan lagi pejuang, melainkan duri dalam daging.

Sebaliknya, yang istiqomah akan tetap berbaris, meskipun sendirian. Karena baginya, kebenaran tidak diukur dari banyaknya tepuk tangan, tapi dari lurusnya langkah menuju tujuan.

Batil: Yang Terorganisir vs Yang Menggerutu
ada satu hukum yang tak terbantahkan. Kebatilan yang tidak terorganisir akan sangat gampang di sapu oleh kebatilan yang sangat terorganisir.

Siapa yang tidak terorganisir itu? Mereka yang kerjanya hanya pandai mengerutu. Mengeluh di warung kopi, nyinyir di grup WhatsApp, tapi nol aksi. Mereka kalah sebelum bertanding karena tidak punya barisan, tidak punya strategi, tidak punya nyali.

Penulis: M. Rahmat

Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *