KPK sigap, 17/4/2026 Atambua ,
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina menyatakan kesiapan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, kata kelapa BPDAS Benenain Noemina, Kludolfus Tuames saat memenuhi undangan bupati Belu, Wilfridus Lay. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang berbasis pemberdayaan masyarakat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Benain dan sekitarnya.
Kepala BPDAS Benain Noelmina menegaskan bahwa pendekatan RHL saat ini tidak lagi semata-mata fokus pada aspek konservasi. Program ini dirancang agar memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lahan kritis. “Prinsipnya jelas: hutan lestari, masyarakat sejahtera. Kalau warga ikut menanam dan merawat, maka warga juga harus ikut menikmati hasilnya,” ujarnya di Atambua, Jumat (17/4).
Bentuk dukungan BPDAS Benain Noelmina kepada masyarakat Belu antara lain melalui fasilitasi Kebun Bibit Rakyat (KBR), pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKM), Hutan Desa (HD), serta agroforestri. Jenis tanaman yang didorong adalah tanaman produktif yang cocok dengan kondisi lahan di Belu, seperti kemiri, mente, kayu putih, mahoni, cendana, nangka, alpukat, hingga pengembangan lebah madu hutan.
Selain bibit dan pendampingan teknis, BPDAS juga akan menggandeng kelompok tani, kelompok wanita tani, tokoh adat, dan gereja setempat. Pelibatan multipihak ini dinilai penting agar program tidak berhenti pada seremonial tanam, melainkan berlanjut pada perawatan, pemanenan, dan pemasaran hasil. “Kami tidak ingin menanam lalu tinggal. Harus ada rantai nilai ekonomi yang jelas sampai ke dompet masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Belu menyambut baik komitmen BPDAS Benain Noelmina. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian, Pemkab Belu siap menjadi mitra lapangan untuk memastikan program tepat sasaran. Sinergi ini diharapkan mampu menekan laju lahan kritis di DAS Benain sekaligus membuka lapangan kerja hijau bagi generasi muda Belu.
Penguatan ekonomi berbasis DAS ini juga menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim yang kerap memicu banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau wilayah perbatasan. Dengan tutupan lahan yang membaik karena agroforestri dan hutan rakyat, maka fungsi DAS sebagai penahan air, pencegah erosi, dan penyedia air baku akan kembali optimal.
BPDAS Benain Noelmina menargetkan program ini mulai berjalan intensif pada semester II tahun 2026 dengan menyasar beberapa desa prioritas di Belu yang masuk dalam kawasan hulu dan penyangga DAS Benain. Masyarakat yang berminat dapat berkoordinasi melalui penyuluh kehutanan, pemerintah desa, atau kelompok tani setempat untuk mendaftarkan lahannya.
Reporter Yohanes Tafaib
Editor Mursyidi




