SMP N2 Uluan Segera Koreksi Penempatan Foto Presiden,Kepsek: “Kita Akan Jadikan Ini Pembelajaran Perilaku Bermasyarakat”

SMP N2 Uluan Segera Koreksi Penempatan Foto Presiden,Kepsek: “Kita Akan Jadikan Ini Pembelajaran Perilaku Bermasyarakat”

Kpksigap,com Toba (11/03/2026)

Setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam penempatan foto Presiden Prabowo Subianto di ruang kepala sekolah, SMP N2 Uluan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Linggom Pandapotan Sitorus segera mengambil langkah korektif. Penemuan ini dilakukan oleh tim media yang melakukan kunjungan ke sekolah tersebut pada hari Rabu (11/3).

Menurut peraturan yang berlaku dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 12 Tahun 2014, foto Presiden dan Wakil Presiden wajib dipasang sejajar dan pada posisi lebih rendah dari Lambang Negara Garuda Pancasila. Jika menghadap meja kerja, foto Presiden berada di sebelah kiri pengamat dan Wakil Presiden di sebelah kanan.

“Kami mengakui ada kelalaian dalam penempatan foto tersebut. Ini bukan merupakan tindakan yang disengaja, namun kami menyadari bahwa hal ini menjadi contoh penting tentang betapa pentingnya mematuhi aturan dan menghormati simbol negara,” ujar Kepala Sekolah Linggom Pandapotan Sitorus dalam siaran pers yang diterbitkan setelah ditemukannya kondisi tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab, sekolah telah merencanakan serangkaian langkah positif sebagai pembelajaran bagi seluruh warga sekolah:

– Koreksi Langsung: Penempatan foto Presiden dan Wakil Presiden telah diperbaiki sesuai dengan ketentuan hukum pada hari yang sama.

– Pembelajaran Perilaku: Sekolah akan menyelenggarakan kegiatan edukatif tentang tata cara menghormati simbol negara dan pentingnya disiplin serta kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat untuk seluruh siswa dan guru.

– Standarisasi Tata Letak: Seluruh area sekolah yang menjadi tempat pemasangan simbol negara akan diperiksa dan distandarisasi agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita ingin mengajarkan kepada siswa bahwa setiap aturan memiliki makna dan tujuan, termasuk dalam menghormati lembaga negara. Kelalaian ini akan kita jadikan sebagai materi pembelajaran yang berharga agar tidak terulang kembali, serta mengajarkan bahwa mengambil tanggung jawab atas kesalahan adalah bagian dari perilaku yang baik,” tambahnya.

SMP N2 Uluan juga membuka diri untuk menerima bimbingan dari dinas pendidikan terkait agar dapat lebih memastikan kepatuhan terhadap peraturan resmi di masa mendatang.

Reporter (S, zebua)

Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *