Blitar | Kpksigap.com – Warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) di area lahan tebu milik Perhutani pada Selasa (16/9/2025) pagi. Jenazah ditemukan tergeletak di bawah pohon pete di pinggir jalan yang sering dilalui petani setempat.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Mesiran (60), warga Desa Rejoso, saat pulang dari menyemprot tanaman tebu sekitar pukul 07.00 WIB. Ketika melintas di lokasi, Mesiran melihat seorang pria dalam posisi terlentang dan tidak bergerak. Setelah didekati, pria tersebut ternyata sudah meninggal dunia.
Mesiran kemudian segera menghubungi Kepala Desa Rejoso, Wawan Aprilianto, untuk melaporkan temuannya. Wawan lalu meneruskan informasi tersebut ke Bhabinkamtibmas dan Polsek Binangun. Petugas dari Polsek bersama perangkat desa serta tim medis dari Puskesmas Binangun segera menuju lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban merupakan pria berusia sekitar 70 tahun, bertubuh kurus dengan tinggi sekitar 155 cm, dan rambut putih kehitaman. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaus hitam yang menutupi bagian perut, tanpa celana, dan dalam kondisi kaki menekuk ke atas. Luka gores ringan ditemukan di lengan kanan korban, namun tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang-barang tersebut berupa satu karung plastik berisi barang bekas, dua botol air mineral, dua bungkus roti sisir, dan satu celana kolor pendek berwarna coklat. Lokasi penemuan merupakan jalur yang biasa dilalui warga untuk bertani, sehingga penemuan mayat ini mengejutkan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan dari warga, korban diduga merupakan gelandangan yang sudah seminggu terakhir terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Beberapa petani sempat mencoba berinteraksi dengan korban, namun yang bersangkutan sulit diajak berkomunikasi dan tidak memberikan informasi identitas apapun.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan visum dan proses identifikasi lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan akan menggunakan alat MAMBHIS (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System) dari Unit Identifikasi Polres Blitar untuk mengungkap identitas korban.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian. “Hingga saat ini, korban masih berstatus Mr. X. Kami masih menunggu hasil identifikasi dari tim forensik,” ujar Putut.
Redaksi | Pramono




