‎PELANTIKAN PAW DPRD SULUT: SIMBOL KEHARMONISAN, KONSISTENSI KONSTITUSI, DAN KOMITMEN UNTUK RAKYAT

‎Manado, kpksigap.com, Jumat, 25 Juli 2025.
‎Hari ini, halaman Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara menjadi saksi pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Sulut yang berlangsung penuh makna dan kekhidmatan. Momen tersebut tak hanya menjadi tonggak penting dalam jalannya demokrasi daerah, tetapi juga menyuguhkan nuansa humanis dan kebersamaan yang menyentuh hati.

‎Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE, yang hadir langsung dalam prosesi pelantikan, menyampaikan sambutan hangat dan penuh haru. “Saya sungguh bahagia, apalagi tadi sebelum pelantikan, istri beliau sempat merapikan jasnya. Sebuah simbol keharmonisan keluarga yang luar biasa. Ini pertanda baik bagi perjalanan ke depan,” ungkap Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

‎Pelantikan ini menjadi bagian dari mekanisme demokrasi yang berjalan sesuai amanat konstitusi. Gubernur Komaling memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran proses PAW serta kedewasaan politik yang ditunjukkan seluruh pihak. Pelantikan ini menetapkan Raski Mokodompit, SH sebagai Anggota DPRD Sulut yang baru, menggantikan anggota sebelumnya.

‎“Kepada saudara Raski Mokodompit, saya ucapkan selamat menjalankan tugas. Ingatlah bahwa kursi legislatif bukan sekadar jabatan, melainkan amanah rakyat. Jadilah penyambung suara mereka, jembatan harapan antara masyarakat dan pemerintah,” pesan Gubernur dengan penuh semangat.

‎Gubernur juga menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif sebagai dua pilar utama pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk terus membuka ruang dialog, kolaborasi, dan kerja bersama dalam menjawab harapan masyarakat Sulawesi Utara.

‎“Rakyat Sulut berhak mendapatkan pelayanan dan kebijakan terbaik. Untuk itu, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan DPRD adalah harga mati,” ujarnya.

‎Pelantikan PAW ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah bukti bahwa demokrasi lokal berjalan dalam jalur yang benar—dengan semangat keterbukaan, kekeluargaan, dan komitmen tulus untuk melayani rakyat.

‎Sebagai penutup, suasana pelantikan hari ini mencerminkan tiga kekuatan utama yang menopang pembangunan Sulut ke depan: harmoni keluarga, konsistensi terhadap konstitusi, dan dedikasi penuh untuk rakyat. Sebuah pesan kuat bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang hati, nilai, dan pengabdian.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *