Ramadhan Adalah Bulan Mengapdet Diri

KPK Sigap.com.Agam
Kita sangat bersyukur dan bahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan. Karena kedatangan ramadhan merupakan abdet diri bagi manusia.
Ketua Majlis Tarjih & Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Sumatera Barat Dr. Mursal, Minggu (2/2) mengatakan, bahwa mengurus organisasi ini memang melelahkan capek tapi sangat menyenangkan yang penting  semuanya di dasari dengan niat yang tulus & ikhlas menjalaninya.
“Ramadhan itu adalah untuk abdet diri masing masing, ramadhan yang sekali setahun itu adalah untuk mengapdet diri, setiap hari kita harus mengapdet diri dengan Allah,” katanya.
Harus ada amalan kita yang bersifat sir, harus kita abdet, shalat tahajud, sholat malam, yang tidak di ketahui orang lain. Semakin senyab semakin nikmat yang kita rasakan.
Persiapan yang  harus kita bangun untuk menyambut ramadhan harus abdet diri. Shalat malam, zikir, baca Qur’an, minta ampun banyak istigfar kepada Allah maha pencipta.
Maka dari itu menyongsong ramadhan mulai dengan pemanasan diri,  mengapdet diri datang kepada Allah, seperti Nabi Zakaria sudah tua dan istri minta punya anak, tidak mungkin di lagi punya anak, tapi dengan meminta kepada Allah  dengan mengabdet diri doanya Allah  SWT kabulkan.
“Bagaimana kita bisa membongkar dalam diri kita  ” Hubbud Dunya ” yang orientasinya kehidupan dunia sesaat yang berlebihan yang akan menjauhkan diri kita ini dari Allah & abdet diri kepada Allah,” ungkapnya.
Di tambahkan Dr.Mursal, bagaimana proyek menyambut ramadhan itu, niatnya benar & ikhlas, di mulai dengan bismilah, bacaan alfatihah, zikir, baca qur’an, istighfar.
Hubbud dunya adalah penyakit, maka dari itu, kita harus jihad fisabilillah, apakah berinfak, bersedekah  beramal shaleh untuk membantu orang lain & amalan shaleh lainnya yang akan keberkahan & kemuliaan.
Cara puasa nabi tidak ada servis berlebihan  karena puasa, menambah anggaran. Imam Al Ghazali mengatakan hikmah berpuasa itu menahan diri, hidup biasa tetap sederhana di bulan ramadhan, untuk kebutuhan makan pun tidak naik anggarannya, bahkan di kurangkan. Yang harus naik anggarannya adalah banyak berinfak, bersedekah  membantu orang lain, karena biaya anggaran selama puasa berkurang, yang seharusnya telah dikurangkan selama puasa ramadhan.
“Bukan banyak makan &. belanja  berlebihan serta berfoya foya,” katanya
Kalau kita lihat sejarah, Nabi dan sahabat dahulu banyak berpuasa karena yang akan di makan tidak ada, di zaman sahabat kalifah Umar Bin Khattab ada seorang gubernurnya sangat fakir. Di kasih kalifah Umar  bantuan, dia mengucapakan, Inna lillahi wa Inna raji’un.
Karena dia miskin  secara harta dunia, tapi kaya secara keimanan & akhirat.
Begitu juga Ali Bin Abi Thalib, Fatimah ada sedikit dinar untuk kebutuhan keluarga hari itu,  tapi ada datang seorang fakir miskin minta sedekah ke rumahnya lansung di berikan Ali kepada fakir miskin yang minta sedekah. Karena Ali memberikan iklas karena Allah sedekah itu, tidak lama ada orang datang menawarkan dombanya untuk di jual kepada Ali. Lalu dijualkan.
Bersedekah 6 dinar, Allah ganti 60 Dinar. Karena Ali bin Abi Thalib dia yakin kekayaan itu adalah kaya hati.  Tapi yakin & ikhlas karena Allah bersedekah  lansung Allah ganti bayar kontan.
Betapa indah nya hidup ini kalau kita bisa banyak berbagi & beramal shaleh, itu lah dia berpuasa. Dalam hidup ini memperjuangkan nilai nilai Islam adalah wajib.
“Jangan bapak ibuk jangan cemas ragu dalam memperjuangkan agama seperti Muhammadiyah berjuang untuk ummat,” katanya .
Dr.Mursal menyarankan, bagaimana di mesjid Muhammadiyah banyak iktikaf, karena nabi banyak di mesjid apalagi di bulan suci ramadhan, karena hadir di mesjid akan dapat mendatang keberkahan.
Kenapa setiap selesai sholat berjamaah nabi Muhammad menghadap kejemaahnya, karena nabi ingin tahu, melihat dan mengapsen jemaahnya yang tidak hadir, di samping orang yang datang ke mesjid diberi pahala yang besar dan juga akan membuka pintu rahmat & keberkahan.
Dalam sambutannya Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Agam Buya Mursyidi mengatakan, bahwa karena Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah dan keumatan, tentu kita terus berbuat membangun persyarikatan baik untuk kehidupan dunia apalagi akhirat. Secara berproses pergerakan persyarikatan tetap berjalan dengan baik, namun perlu  pembenahan bersama untuk kemajuan.
Terus bersinergi bergerak bersama   memajukan amal usaha perserikatan, kegiatan keumatan lainya, dengan kebersamaan semua itu bisa kita wujudkan.
“Maka dari itu, jadikan lah bulan suci ramadhan tahun ini untuk memperbanyak amal shaleh dan introspeksi diri,” katanya.
Sementara Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Agam Lailla Zarni Putri juga mengatakan bahwa bagaimana komitmen & konsisten  seluruh anggota keluarga perserikatan secara bersama mendukung seluruh program kegiatan perserikatan untuk kemajuan bersama bisa berjalan dengan baik, apakah itu di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bidang kemasyarakatan lainnya.
Hal senada juga disampaikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sri Antokan Kecamatan Basung Irman Naim, kekompakan dan kebersamaan di dalam perserikatan adalah bentuk kemajuan, mari kita dorong dan dukung bersama program yang telah di bangun perserikatan, di semua aspek kehidupan, baik dalam berpolitik, dakwah,  maupun untuk membangun kemajuan amal usaha, jauhkan lah pertikaian maupun perbedaan.
“Karena kita Muhammadiyah dan Aisyiah bisa besar tidak terlepas dengan komitmen dan kebersamaan,” katanya.
Hadir dalam kajian tersebut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Sumatera Barat Dr.Firdaus , Wakil Rektor Dr.Lahmi  Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Niniek mamak, tokoh masyarakat kampung Pinang, Wali Nagari, Panwaslu dan unsur lainnya.
(KPK Sigap -Red – Irman Naim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *