Maumere, kpksigap.com
Rukun Keluarga Maku Ole Maumere (RKM) sejak tahun 2000-an aktif dan rutin melaksanakan pertemuan rutin setiap bulan dengan tempat pertemuan berpindah – pindah dari rumah ke rumah.
Ketua Rukun Maku Ole (RKM) sejak itu Almarhum Aloysius Keraf, Wakil Almarhum Bapa Kamilus Gesi Keraf, dan beberapa sesepuh orang tua dari Wilayah tanah ole, Almarhum Bapa Simon Keraf, Almarhum Bapa Gerardus Gapun, Almarhum Bapa Aloysius Gapun, Almarhum Bapa Boliama Gapun, menjadikan contoh dan teladan bagi keluarga Maku Ole yang berada di wilayah Kita Maumere dan sekitarnya.
Rukun Keluarga Maku Ole dijamannya para almarhum, mempunyai kekuatan dan keterikatan suku yang dapat menjalin hubungan kekeluargaan seperti situasi hidup di Lewo Tanah Lemaku Lama Ole, sebutan nama desa pada saat itu.
Kegiatan pertemuan rutin setiap bulan, diselingi dengan Arisan bersama, Iuran Maku Ole dan kegiatan serba serbi Maku Ole yang mendorong persatuan dan kesatuan di tanah rantau agar kekerabatan yang disebut sebagai Opu Pain, Kaka Ari, Ina Bine, Lake Wae menjadi budaya turunan yang saling menghormati, saling menjaga kerukunan dari struktur garis keturunan.
Kegiatan amal, juga menjadi perhatian Rukun Maku Ole Maumere pada saat itu. Kegiatan kemanusiaan yang hanya terbatas pada warga diaspora Maku Ole Maumere antara lain, mendukung dan terlibat dalam suatu kegiatan syukuran keluarga maupun ketika ada warga diaspora Maku Ole Maumere yang mengalami bencana, musibah, semuanya turut mengambil bagian untuk meringankan beban bagi keluarga tersebut. Tidak hanya sebatas itu. Tetapi Rukun Maku Ole Maumere, berperan penting mengambil bagian di setiap urusan dalam aspek pembangunan di Lewo Tanah.
Setelah masa tua dari Tokoh – Tokoh Pejuang Maku Ole wilayah Maumere dan satu persatu mengakhiri hidup di dunia ini, sepertinya warga Maku Ole Diaspora yang berdomisili di Kabupaten Sikka kehilangan orang tua – orang tua yang baik dan mudah merangkul warga Maku Ole. Dan sekarang tinggal kenangan akan jasa mereka.
Dengan mendata penyebaran penduduk Warga Maku Ole yang ada di Maumere baik yang lahir di Lewo Tanah Ole atau keturunan Maku Ole dari hubungan perkawinan dengan suku lain sudah mencapai jumlah Kepala Keluarga dan keturunan yang jumlahnya cukup banyak.
Oleh karena itu, Rukun Maku Ole Maumere (RKM) perluh diaktifkan kembali. Gagasan ini muncul sejalan dengan seruan Opu Pain, Kaka Ari, Ina Bine, Lake Wae dari kampung halaman, memiliki rencana Pembangunan Gereja Kristus Raja Stasi Lama Ole dengan total biaya kurang lebih 6 miliar. Rencana Pembangunan Gereja Kristus Raja yang baru dengan biaya yang begitu besar, dimana tidak seimbang dengan pendapatan ekonomi umat setempat maka dibutuhkan keterlibatan, partisipasi warga Maku Ole Diaspora di mana saja berada.
Rukun Keluarga Maku Ole Maumere (RKM), memulai dengan semangat gagasan yang baru di awal tahun 2025 dengan kiat pencetus untuk bisa memulainya Bapak Yakobus Jati Herin (Jacob), Bapak Stefanus Toti Keban (Stef), Bapak Yeremias Liko Raya Keraf (Yeremias), Bapak Antonius Gega Keban (Anton), Bapa Ricko Keraf, Bapa Sande Gapun, Bapak Ansel Gapun, ini menjadi motivator awal untuk menggerakkan semangat Warga Maku Ole Maumere, epu lime, tobo lango.
Awal kegiatan sudah dimulai dengan pertemuan perdana di rumah Yeremias Liko Raya Keraf pada hari Minggu, 19 Januari 2025. Pertemuan perdana ini sudah melahirkan pokok – pokok pikiran yang konstruktif yang bisa mengedepankan kebersamaan Warga Maku Ole Maumere.
Warga Maku Ole pada wilayah lainnya, mari kita saling mendukung dan mendoakan agar keberlanjutan hidup Maku Ole Diaspora menjadi kepedulian kita bersama.
(KPK-SIGAP, Red, Sikka, Stefanus Keban)




